Breaking News:

Tekankan Nilai Seni dan Bisnis Sejak Dini Melalui Millenial Street Festival 2020

Aspek kemandirian dan keberanian untuk memulai usaha sendiri menjadi nilai penting bagi NTU Academy, sebuah institusi pendidikan tinggi di Medan

TRIBUN MEDAN/RECHTIN
MC saat membuka acara Millenial Street Festival yang diadakan NTU Academy di Komplek Grand Jati Junction Jalan Perintis Kemerdekaan Sabtu (29/2/2020) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Aspek kemandirian dan keberanian untuk memulai usaha sendiri menjadi nilai penting bagi NTU Academy, sebuah institusi pendidikan tinggi di Medan yang menekankan nilai enterpreneur melalui proses belajar mengajarnya.

Melalui acara bertajuk Millenial Street Festival yang diadakan di Komplek Jati Junction Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Sabtu (29/2/2020) NTU Academy menghadirkan sebanyak sekitar 60 tenant yang merupakan pengusaha lokal Medan.

Panitia acara Millenial Street Festival, Ridwan mengatakan bahwa acara ini bertujuan untuk meningkatkan gairah para pelaku usaha maupun pelajar untuk mau mengembangkan usahanya.

Beberapa dari pengisi tenant di acara ini, terang Ridwan merupakan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA).

"Acara ini merupakan acara pertama sekaligus terbesar yang kami adakan. Tujuannya untuk mengangkat kembali semangat para pelaku usaha khususnya usaha lokal, selain itu juga beberapa dari tenant yang mengisi di acara ini juga ada yang masih SMA, karena kita ingin tanamkan nilai-nilai kemandirian dan berwirausaha bagi anak-anak sekolah ini," ujarnya, Sabtu (29/2/2020).

Berbagai tenant yang dihadirkan dalam Millenial Street Festival ini sangat bervariasi mulai dari makanan, minuman, alat musik, kosmetik, dan pakaian.

Tipikal Pemimpin di Era Milenial, Sosok Baik akan Membawa Kebaikan dan Buruk Bawa Kehancuran

Michael, salah satu penanggung jawab acara nengatakan bahwa sebanyak 69 tenant memiliki antusias yang sangat besar, bahkan acara ini menjadi momen bagi mereka untuk membuat produk mereka sendiri untuk pertama kalinya.

"Dari beberapa pelaku usaha ini, sebagian ada yang memang sudah memiliki usaha sebelumnya, tapi tidak sedikit juga yang menjadikan acara ini sebagai momentum dia membuat produknya sendiri apalagi ini yang anak-anak SMA ini rata-rata baru membuat produknya dan menjualnya untuk pertama kali di sini," kata Michael.

Selain mendukung dan menumbuhkan semangat berwirausaha, dalam acara ini, terang Michael juga menjadi wadah mahasiwa NTU Academy yang juga merupakan panitia acara untuk belajar memanajemen event mulai dari persiapan dari segala aspek, eksekusi serta monitoring dan evaluasi.

"Bagi kami juga ini sebagai tempat belajar dalam hal manajemen sebuah event, karena ini juga acara besar kami yang pertama yang melibatkan banyak orang dan banyak pihak untuk bekerjasama, dibutuhkan kerapian manajemen yang kompleks juga. Makanya ini benar-benar jadi wadah belajar dan mempraktekkan ilmu-ilmu yang didapat di kelas selama kuliah," ujar Michael.

Menghadirkan tenant yang tergolong sangat banyak dalam ukuran sebuah event, semakin sore lapangan Jati Junction semakin ramai didatangi pengunjung.

Tidak sama dengan festival pada umumnya yang jarang sekali menyediakan tempat duduk dan meja secara cuma-cuma, Millenial Street Festival yang diadakan NTU Academy menjadi festival yang ramah pengunjung.

Kenapa? Karena di sepanjang area tenant-tenant yang berbaris berhadapan, ada kursi dan meja yang siap diduduki pengunjung.

Tidak hanya menekankan sisi wirausaha, dalam rangkaian acaranya Millenial Street Festival ini juga mengadakan perlombaan bertajuk Millenial Got Talent Contest yakni perlombaan di bidang seni musik, mulai dari vocal maupun instrumen.

Peserta yang mengikuti perlombaan sebanyak 27 talent yang berusia 10-25 tahun.

"Dalam rangkaian kegiatan kita juga ada Millenial Got Talent, jadi semacam ajang pencarian bakat. Untuk kali ini kita fokuskan di bidang musik, baik vocal maupun solo instrumental. Selain berani berwirausaha, industri kreatif khususnya di bidang seni menjadi tantangan tersendiri yang perlu pengembangan, makanya bakat seni itu kita akomodir melalui perlombaan ini," ujar Ridwan.

Sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) tampak satu persatu menjajah panggung, sebagian dari mereka bernyanyi, sebagian lagi bermain solo drum dan gitar.

Ridwan berharap agar acara ini dapat memberi banyak manfaat bagi berbagai pihak, baik dari pihak penyelenggara, tenant-tenant yang hadir, juga bagi seluruh peserta perlombaan.

"Harapannya acara ini bisa sama-sama memotivasi kita untuk berani berusaha sendiri dan mengembangkan usaha yang kita miliki. Juga kita berharap kegiatan ini bisa memberi manfaat bagi berbagai pihak yang berkontribusi di acara ini, bisa membuat siswa-siswa yang baru memulai usahanya di acara ini bisa berkesinambungan dan meneruskan usahanya," pungkas Ridwan.(cr14/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved