Breaking News:

Berdagang di Millenial Street Festival, Siswi SMA Ini Jual Makanan Sehat dari Ikan

Acara yang diadakan NTU Academy, Millenial Street Festival menjadi wadah puluhan pelaku usaha lokal.

TRIBUN MEDAN/RECHTIN
PESERTA perlombaan pada acara Millenial Street Festival yang diadakan NTU Academy di Komplek Grand Jati Junction Jalan Perintis Kemerdekaan, Sabtu (29/2/2020) 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Acara yang diadakan NTU Academy, Millenial Street Festival menjadi wadah puluhan pelaku usaha lokal. 

Pada acara ini, pelaku usaha lokal berkesempatan  menjajakan produknya di event market place sekaligus perlombaan yang diadakan di Grand Jati Junction Medan, Sabtu (29/2/2020).

Hal yang menarik dari festival ini adalah banyak dari tenant-tenant yang mengisi acara merupakan siswa-siswi SMA yang diberi kesempatan untuk membuat produknya dan menjajakannya langsung di areal festival.

Satu di antara tenant tersebut adalah dagangan tempura Dita dan Melisa. Dua orang siswi kelas tiga SMA ini mengaku keunggulan produknya adalah berbahan baku dari ikan dan sayur-sayuran yang sehat dan bergizi tinggi.

"Yang kami jual ini tempura. Kami memilih tempura untuk dijual karena beberapa alasan. Pertama enak, digemari banyak orang, yang paling penting sih cara membuatnya sederhana dan bahan bakunya mudah didapat. Selain itu produk kita juga sehat karena kan terbuat dari ikan dan sayur," kata Dita kepada Tribun Sabtu (29/2/2020).

Ia mengatakan, telah mengetahui informasi mengenai kegiatan ini sejak dua minggu yang lalu. 

Straits Strike! Street Food Dishes, Reimagined, Sajikan Kuliner Otentik Ala Singapura

Dirinya tertarik untuk bergabung membuka stan agar menambah pengalaman dalam berwirausaha, sekaligus keuntungannya untuk menambah uang jajan.

"Berminat untuk ikut karena pengin coba aja gimana menjajakan makanan di acara festival seperti ini. Karena kalau berwirausaha itu kan bisa lebih mandiri. Jadi nggak begitu tergantung dengan orang lain. Selain itu sekaligus belajar juga untuk berwirausaha yang lebih serius ke depannya," ujar Dita.

Senada dengan Dita, rekannya Melisa mengatakan bahwa dirinya berharap seluruh pengunjung tertarik untuk mengunjungi stan mereka. Hal ini juga untuk menguji coba apakah menjual tempura menjadi pilihan yang tepat atau tidak.

"Harapannya semoga tempura yang kami jual laku. Terus juga ini sebagai pembelajaran untuk ke depannya apakah tempura cocok dijual atau tidak. Yang penting sudah berani untuk menjual dagangan dulu selagi masih muda," pungkasnya. (cr14/tri bun-medan.com)

Penulis: Rechtin Hani Ritonga
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved