Giliran Samsul Fitri, Sang Pengutip Uang Suap untuk Dzulmi Eldin, Jadi Pesakitan

Samsul Fitri selaku Kepala Sub Bagian Umum Protokoler Pemko Medan hari ini, Senin (2/3/2020) duduk menjadi pesakitan di Pengadilan Tipikor

Tribun Medan
Mantan Kepala Sub Bagian Umum Protokoler Pemko Medan Samsul Fitri (38) duduk di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor Medan, Senin (2/3/2020) 

TRIBUN-MEDAN.com, Medan - Samsul Fitri (38) selaku Kepala Sub Bagian Umum Protokoler Pemerintah Kota (Pemko) Medan hari ini, Senin (2/3/2020) duduk menjadi pesakitan di Pengadilan Tipikor Medan.

Samsul berperan cukup aktif dalam pengutipan-pengutipan uang kepada kepala dinas Pemko Medan yang dilakukan oleh Wali Kota Medan nonaktif Dzulmi Eldin untuk menutupi biaya perjalanannya ke Kota Ichikawa, Jepang.

Dalam dakwaan Jaksa KPK Karin Karniasari, peran Samsul adalah sebagai penghubung antara Dzulmi Eldin dan para kepala dinas Pemko Medan.

"Samsul Fitri yang mulai dipercaya untuk mengurusi agenda kegiatan Wali Kota Medan sejak Juli 2018 lalu. Dimana dia mengurusi anggaran kegiatan Wali Kota, baik yang sudah dianggarkan di APBD maupun kegiatan yang tidak ada dalam APBD (nonbudgeter)," ucap Jaksa KPK Karin di hadapan Majelis Hakim Abdul Aziz.

Untuk memenuhi kebutuhan anggaran yang tidak ada dalam APBD tersebut, Samsul mendapat arahan dari Dzulmi Eldin untuk meminta uang kepada kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemko Medan.

Setelah mendapat arahan dari Dzulmi Eldin, terdakwa Samsul kemudian menindaklanjuti dengan meminta uang kepada Isa Ansyari selaku Kadis PU dan kepada Kepala OPD lainnya ketika ada kebutuhan yang tidak ada anggarannya.

"Lalu, pada Maret 2019 melalui terdakwa Samsul Fitri, Dzulmi Eldin menerima uang dari Isa Ansyari yang sebelumnya ada pertemuan antara terdakwa Samsul dengan Isa Ansyari di Hotel Grand Aston Medan. Dalam pertemuan itu, Samsul Fitri menyatakan kepada Isa Ansyari 'apabila sewaktu-waktu ada kebutuhan biaya operasional Dzulmi Eldin yang tidak ditanggung oleh APBD, agar dibantu'," ucap Jaksa KPK Karin.

Atas permintaan terdakwa yang didasari diminta oleh Wali Kota, Isa Ansyari menyanggupinya dengan menyerahkan uang kepada Samsul pada bulan Maret, April, Mei dan Juni tahun 2019 masing-masing sejumlah Rp 20 juta sehingga seluruhnya berjumlah Rp 80 juta.

"Demikian pula ketika ada kebutuhan operasional Dzulmi terkait rencana menghadiri undangan acara perayaan ulang tahun ke-30 “Program Sister City” antara kota Medan dengan Kota Ichikawa yang dilaksanakan tanggal 15 sampai 18 Juli 2019 di Jepang," beber Jaksa.

Dzulmi Eldin juga membawa orang-orang yang tidak berkompeten. Rombongan itu terdiri dari Dzulmi Eldin, Rita Maharani (istri Dzulmi Eldin), Samsul Fitri, Andika Suhartono, Fitra Azmayanti Nasution, Musaddad, Iswar S, Suherman, T Edriansyah Rendy (anak Dzulmi Eldin), Rania Kamila, Hafni Hanum, Tandeanus, Vincent dan Amanda Syaputra Batubara, yang difasilitasi oleh ERNI Tour &Travel.

Halaman
1234
Penulis: Alif Al Qadri Harahap
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved