Dinas ESDM Sumut Targetkan 5.000 Sambungan Listrik Baru

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Utara pada 2021 akan lebih meningkatkan program-program untuk mencapai Sumatera Utara

Editor: Ismail
TRIBUN MEDAN/HO
Kepala Dinas ESDM Provinsi Sumatera Utara Ir Zubaidi MSi (dua dari kiri) saat duduk menyampaikan materi bersama narasumber lainnya pada Forum Perangkat Daerah Tahun 2020 Dinas ESDM Provinsi Sumatera Utara, di Le Polonia Hotel & Convention, Selasa (3/3/2020). 

- Untuk Rumah Tangga Tidak Mampu pada 2021

MEDAN.TRIBUNNEWS.com, MEDAN - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Utara pada 2021 akan lebih meningkatkan program-program untuk mencapai Sumatera Utara yang bermartabat.

“Membangun Desa Menata Kota” yang merupakan konsep Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Wakilnya Musa Rajekshah, akan diimplementasikan melalui empat bidang yang berada di bawah naungan Dinas ESDM. Yakni Kelistrikan, Energi, Mineral dan Batubara, serta pada Bidang Geologi dan Air Tanah.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas ESDM Provinsi Sumatera Utara, Ir Zubaidi MSi saat membuka Forum Perangkat Daerah Tahun 2020 Dinas ESDM Provinsi Sumatera Utara, Selasa (3/3/2020) di Sudirman Ball Room Le Polonia Hotel & Convention Medan.

Khusus untuk kelistrikan, karena menyangkut kebutuhandasar masyarakat, Dinas ESDM pada 2021 menargetkan 5.000 pemasangan listrik baru untuk rumah tangga tidak mampu. Sedangkan pada 2020 ini, Dinas ESDM hanya bisa menampung 2.200 pemasangan listrik baru.

“Pada tahun ini kita akan mengadakan penyambungan gratis kepada 2.200 masyarakat (rumah tangga) yang tidak mampu,” ujarnya.

Ia mengatakan, penyambungan ini dilakukan kepada masyarakat kategori tidak mampu. Artinya sesuai yang terdata dalam sensus penduduk dan tempat tinggalnya benar-benar belum pernah teraliri listrik.

Foto bersama perserta
Foto bersama perserta (TRIBUN MEDAN/HO)

“Program ini sudah jalan sejak 2019 lalu, pada tahun ini mengalami peningkatan, demikian juga untuk tahun depan kita harapkan bisa mencapai 5.000 rumah tangga,” tambahnya lagi.

Selain itu, Zubaidi dalam paparannya juga menjelaskan, pada 2020 ini kegiatan lain yang akan mereka lakukan, membangun 207 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terbanyak ada di Kepulauan Nias, 17 unit sumur bor air tanah dalam, dua unit pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH), dan membangun 118 unit penerangan umum tenaga surya (PUTS). Selanjutnya ada pula pembangunan dua unit PLTS Terpusat di Kabupaten Samosir.

“Dari forum ini diharapkan ada sinkronisasi program maupun kegiatan sektor energi dan sumber daya mineral di provinsi dengan kabupaten/kota se Sumatera Utara. Sehingga dapat diperoleh hasil yang semakin optimal untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” harap Zubaidi.

Ia juga menekankan, pentingnya penggunaan energi baru terbarukan untuk kelistrikan ke depan. Apalagi, Sumatera Utara kaya akan energi baru terbarukan tersebut. Seperti Air, Panas Bumi, Gas termasuk Matahari.

“Memang di Sumut penggunaan energi baru terbarukan untuk tenaga listrik sudah melampaui target nasional 22 persen. Karena di Sumut pemakaian energi baru terbarukan sudah 30 persen, misalnya PLTA, PLTS, PLTMH, dan listrik tenaga panas bumi seperti Sarullah dan di Madina,” pungkasnya.

Pada forum ini pembahasan berbagai program dan rencana kerja serta masukan dan pendapat dari peserta dibagi dalam dua  session.

Pada session pertama, pembicaranya Manajer Proyek PLN Sumatera Utara Tumpal Hutapea, Kabid Perencanaan Ekonomi Bappeda Sumut Tarsudi SP MSi, Kabid Kelistrikan Dinas ESDM Karlo Purba ST MT.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved