Menohok! Suara 'Wong Cilik' untuk Kaum Pemborong Sembako, Hemat Kepanikan di Tengah Ancaman Corona

Kebanyakan dari mereka yang melakukan aksi panic buying adalah mereka yang memang bermodal.

KOMPAS.com/CYNTHIA LOVA
Samsudin (60), pemulung di Juanda, Bekasi yang tidak khawatir virus corona, Rabu (4/3/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com - Beberapa saat setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan dua kasus positif corona pertama di Indonesia pada Senin (2/3/2020), sejumlah warga cepat bereaksi.

Sayangnya, reaksi yang ditimbulkan terlihat seperti aksi kepanikan. Mereka berbondong-bondong memborong masker, hand sanitizer, bahkan kebutuhan makanan dalam jumlah besar. 

Kebanyakan dari mereka yang melakukan aksi panic buying adalah mereka yang memang bermodal.

Lalu, bagaimana dengan masyarakat kelas bawah?

Apa strategi mereka menghadapi virus corona ini?

Bagaimana reaksi mereka melihat aksi borong sembako itu?

Cegah Pembelian Sembako dalam Jumlah Besar, Polisi Monitoring Minimarket dan Grosir

Kompas.com bertemu dengan dua orang pemulung, Memet (52) dan Samsudin (60). Keduanya biasa memulung sampah di kawasan Juanda, Kota Bekasi. 

Ketika disinggung corona, Memet tampak sudah mengetahui informasi itu. Namun, dia mengaku tak terlalu khawatir. 

Dia percaya segala penyakit dan kematian hanya Tuhan yang tahu. 

Halaman
1234
Editor: Azis Husein Hasibuan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved