Dampak Virus Corona, Bank Indonesia Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 4,75 Persen
Penurunan suku bunga dilakukan guna mendorong perekonomian domestik yang terdampak wabah virus corona atau covid 19
TRI BUN-MEDAN.COM, MEDAN-
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate (7-DRRR) menjadi 4,75 persen.
Penurunan suku bunga dilakukan guna mendorong perekonomian domestik yang terdampak wabah virus corona atau covid 19.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Wiwiek Sisto Widayat mengatakan BI akan terus berupaya untuk menjaga stabilitas moneter dan memberikan iklim ekonomi yang kondusif untuk menjaga keberlangsungan pertumbuhan ekonomi.
"BI dalam satu tahun terakhir terus menurunkan 7DRRRnya dari 6 persen di awal tahun 2019 dan saat ini telah turun menjadi 4,75 persen. BI telah akomodatif terhadap kondisi ekonomi," ujar Wiwiek, Rabu (4/3/2020).
Ia menjelaskan BI juga terus berusaha untuk menjaga kebutuhan likuiditas keuangan baik di pasar uang rupiah maupun pasar uang valas. BI juga menerapkan suatu bauran kebijakan yang terintegrasi dan konsisten dengan kondisi ekonomi.
BI terus berkoordinasi dengan semua instansi terkait seperti kementerian, perbankan dan pelaku keuangan lain dalam upaya menjaga kestabilan ekonomi yang lebih kondusif.
"Kita semua, baik pemerintah pusat dan daerah, pengusaha dan pelaku ekonomi, perbankan serta masyarakat harus mau mengambil peran aktif dalam upaya mengatasi potensi tekanan dan penurunan pertumbuhan ekonomi. Kita semua harus mau bahu membahu dalam upaya meningkatkan kapasitas ekonomi," ungkapnya.
• Kapolres Langkat Sambangi Markas Yon 8 Tangkahan, Begini Sambutan Letkol Mar. Danang Ary Setiawan
• KABAR TERBARU 2 Pasien Corona Warga Depok Membaik, Cara Tradisional Empon-empon Cegah Virus Corona
Wiwiek menjelaskan kemampuan dan kekuatan ekonomi dalam negeri harus dioptimalkan untuk mengurangi resiko penurunan pertumbuhan ekonomi. Caranya adalah memacu dan mendorong terus bergeraknya perekonomian dengan mengandalkan kekuatan dan kemampuan dalam negeri dan domestik.
Pemerintah harus menggenjot dan meningkatkan pengeluarannya sehingga mampu mendorong daya beli masyarakat. Pemerintah harus banyak memberikan bantuan-bantuan langsung misalnya BOS
(Bantuan Operasional Sekolah), PKH (Program Keluarga Harapan), Kartu Prakerja, Dana Desa, BPNT .(Bantuan Pangan Non Tunai) dan lain-lain.
"Semua pengeluaran pemerintah harus diupayakan dan dilakukan secara lebih cepat di depan (frontloading). Pengusaha harus terus berupaya meningkatkan produknya, sehingga tidak terjadi kelangkaan barang di pasar," ungkapnya.
• BELUM DITEMUKAN OBAT Virus Corona tapi Pasien Sembuh, Menteri Kesehatan dr Terawan Bilang Rahasianya
Sementara itu, kata Wiwiek, perbankan harus mau menggenjot kredit yang diberikan, sehingga memungkinkan pengusaha untuk meminjam uang ke bank. "Bank harus mau menurunkan suku bunga kreditnya sehingga lebih kompetitive," ucapnya.
(nat/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/penurunan-suku-bunga-dilakukan-guna-mendorong-perekonomian-domestik.jpg)