Women March Sumut

Peringati Hari Perempuan Internasional, Hapsari Sumut Tampilkan Pertunjukan Teatrikal

Anggota komunitas perempuan di Kota Medan memperingati Hari Perempuan Internasional di Lapangan Merdeka Medan

TRIBUN MEDAN/RECHTIN
AKSI teatrikal yang diadakan Himpunan Serikat Perempuan Indonesia (Hapsari) dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional di Lapangan Merdeka Medan Minggu (8/3/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Anggota komunitas perempuan di Kota Medan memperingati Hari Perempuan Internasional di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (8/3/2020).

Dalam peringatan Hari Perempuan Internasional 2020 ini, Himpunan Serikat Perempuan Indonesia (Hapsari) mengadakan aksi teatrikal yang dimainkan oleh anggota Hapsari Sumut.

Aksi teatrikal ini tanpa dialog verbal, keseluruhan cerita disampaikan melalui gerakan-gerakan yang memgandung cerita.

Satu dari perwakilan Hapsari, Riani mengatakan aksi teatrikal ini bercerita tentang kekerasan seksual yang dialami  seorang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA).

Hal ini, terang Riani ingin menyuarakan bahwa kasus kekerasan seksual masih marak terjadi di Indonesia.

"Teater ini bercerita tentang kasus kekerasan seksual yang dialami seorang siswi, di mana saat ini di Indonesia kasus kekerasan seksual masih marak terjadi. Melalui aksi teatrikal ini kita ingin menyuarakan suara perempuan, karena tidak semua suara itu bisa sampai ke permukaan," ujar Riani kepada Tribun Minggu (8/3/2020).

Kisah yang mereka angkat ini, terang Riani merupakan kisah nyata yang terjadi di sekitar mereka.

"Kisah yang kita angkat ini memang nyata terjadi. Sederhananya dalam menyuarakan kasus-kasus seperti ini tinggal kita bisa angkat dari sekitar kita, itu bukti bahwa kasus ini masih marak terjadi," ujarnya.

Akan Berulang Tahun pada 22 Maret Mendatang, Apa yang Akan Dilakukan BCL?

Dalam aksi teatrikal tersebut tampak seorang perempuan yang menjadi pemeran utama yang pada awalnya menggunakan kain putih yang membalut tubuhnya tetapi terpaksa harus melepaskan seluruh pakaian yang melekat di tubuhnya.

Di balik kain hitam, perempuan tersebut secara paksa melepaskan pakaiannya.

Melalui aksi teatrikal yang mereka buat pada Hari Perempuan Internasional ini, Riani berharap agar pemerintah bisa segera melakukan pengesahan terhadap Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual. Bagi Riani, kasus-kasus kekerasan seksual yang terjadi memerlukan payung hukum yang jelas.

"Kami berharap RUU Penghapusan Kekerasan Seksual bisa segera disahkan. Karena kasus kekerasan ini sesuai data dari Komnas HAM seperti yang tertera di pernyataan sikap kami, bahwa dalam 12 tahun jumlah kasus kekerasan seksual meningkat sebesar 8 kali lipat. Kasus-kasus ini butuh perhatian lebih dan payung hukum yang melindunginya," pungkas Riani.(cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved