Sumut Masuk Tiga Besar Jumlah Pengangguran Terbanyak Se-Indonesia

Provinsi Sumatera Utara masuk tiga besar daerah se-Indonesia dengan jumlah pengangguran terbanyak.

Penulis: Satia | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN / Satia
Kepala Bidang Ekonomi Kemaritiman dan Sumber Daya Alam, Bappeda Sumut, Tarsudi, saat ditemui di kantornya, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Senin (9/3/2020). 

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Provinsi Sumatera Utara masuk tiga besar daerah se-Indonesia dengan jumlah pengangguran terbanyak.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 70,19 persen masyarakat Sumut menjadi pengangguran pada tahun 2019.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Ekonomi Kemaritiman dan Sumber Daya Alam, Bappeda Sumut, Tarsudi mengatakan ada beberapa faktor yang menjadi penyebab utama pengangguran ini, di antaranya minimnya lapangan kerja.

"Kalau mengenai pengangguran, banyak faktor yang terjadi, terutama dari lapangan kerja belum sesuai apa yang direncanakan," kata dia, saat ditemui di kantornya, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Senin (9/3/2020).

Ia mengatakan, kebanyakan perusahaan tidak menyediakan lapangan kerja terhadap jurusan pelamar. Sehingga, para pelamar kesulitan untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan jurusannya.

"Atau bisa dari sesi tenaga kerja itu sendiri, sebagian mungkin dari tamatan SMK/SMA tidak sesuai jurusannya diinginkan kepada lapangan kerja," kata dia.

Kemudian, faktor perubahan zaman juga menjadi penyebab utama tinggi angka pengangguran ini. Saat ini, seluruh perusahaan rata-rata sudah mengubah sistem kerjanya, yang dahulu mengandalkan keahlian manusia, sekarang sudah dialihkan ke digital.

"Perubahan dari perkembangan budaya juga sudah berubah. Kalau dulu mungkin tidak seperti sekarang ini lebih dilayani secara instan. Banyak pekerjaan lebih terbuka dulunya, sekarang tidak ada lagi," ujarnya.

Tarsudi mengatakan, perubahan era digital sangat mempengaruhi tenaga kerja. Kebanyakan perusahaan sudah mengandalkan tenaga dari mesin untuk melakukan kerja.

"Perubahan jaman era digital ini sangat mempengaruhi tenaga kerja, karena kalau dahulu masih menggunakan tenaga manusia sekarang digantikan dengan mesin," ucapnya.

Menurut dia, untuk tahun 2019 ini ada penurunan terhadap jumlah pengganguran, tetapi tidak terlalu signifikan.

"Kalau dari sisi jumlah kita menurun, tetapi penurunan tidak sesuai dengan target yang kita inginkan," ujarnya.

Untuk tahun 2019, jumlah pengangguran yang belum tamah sekolah dasar (SD) berjumlah 218 orang.

Tamatan sekolah dasar yang belum mendapatkan pekerjaan sebanyak 539 orang. Sedangkan untuk tamatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 990 orang.

Kemudian, untuk sekolah mentah atas (SMA) 8.821 orang. Lalu, untuk Diploma I,II dan III untuk tahun 2019 sebanyak 1.228 orang. Sedangkan untuk Strata I (S1) jumlah pengangguran pada tahun 2019 sebanyak 4.431 orang.

Dengan total secara keseluruhan, untuk tahun 2019, ada sebanyak 16.127 ribu masyarakat Sumut yang belum mendapatkan pekerjaan tetap.

(Wen/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved