Berita Foto: JPU Minta Majelis Hakim Menghukum Dr Benny Hermanto Jap Tiga Tahun Penjara dan Ditahan

JPU dalam tuntutan akhirnya meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman 3 tahun penjara kepada Dr Benny Hermanto.

Berita Foto: JPU Minta Majelis Hakim Menghukum Dr Benny Hermanto Jap Tiga Tahun Penjara dan Ditahan - 11032020_tuntutan_sidang_penipuan_danil_siregar-3.jpg
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Terdakwa Benny Hermanto menjalani sidang terkait kasus perkara dugaan penipuan, dengan agenda tuntutan, di Pengadilan Negeri, Medan, Rabu (11/3/2020). Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Benny tiga tahun penjara, karena diduga melakukan penipuan kepada Direktur PT Opal Coffee Indonesia, Surya Pranoto.
Berita Foto: JPU Minta Majelis Hakim Menghukum Dr Benny Hermanto Jap Tiga Tahun Penjara dan Ditahan - 11032020_tuntutan_sidang_penipuan_danil_siregar-2.jpg
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Terdakwa Benny Hermanto menjalani sidang terkait kasus perkara dugaan penipuan, dengan agenda tuntutan, di Pengadilan Negeri, Medan, Rabu (11/3/2020). Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Benny tiga tahun penjara, karena diduga melakukan penipuan kepada Direktur PT Opal Coffee Indonesia, Surya Pranoto.
Berita Foto: JPU Minta Majelis Hakim Menghukum Dr Benny Hermanto Jap Tiga Tahun Penjara dan Ditahan - 11032020_tuntutan_sidang_penipuan_danil_siregar-1.jpg
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Terdakwa Benny Hermanto menjalani sidang terkait kasus perkara dugaan penipuan, dengan agenda tuntutan, di Pengadilan Negeri, Medan, Rabu (11/3/2020). Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Benny tiga tahun penjara, karena diduga melakukan penipuan kepada Direktur PT Opal Coffee Indonesia, Surya Pranoto.
Berita Foto: JPU Minta Majelis Hakim Menghukum Dr Benny Hermanto Jap Tiga Tahun Penjara dan Ditahan - 11032020_tuntutan_sidang_penipuan_danil_siregar.jpg
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Terdakwa Benny Hermanto menjalani sidang terkait kasus perkara dugaan penipuan, dengan agenda tuntutan, di Pengadilan Negeri, Medan, Rabu (11/3/2020). Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Benny tiga tahun penjara, karena diduga melakukan penipuan kepada Direktur PT Opal Coffee Indonesia, Surya Pranoto.
Berita Foto: JPU Minta Majelis Hakim Menghukum Dr Benny Hermanto Jap Tiga Tahun Penjara dan Ditahan - 11032020_tuntutan_sidang_penipuan_danil_siregar-4.jpg
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Terdakwa Benny Hermanto meninggalkan ruangan seusai menjalani sidang terkait kasus perkara dugaan penipuan, dengan agenda tuntutan, di Pengadilan Negeri, Medan, Rabu (11/3/2020). Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Benny tiga tahun penjara, karena diduga melakukan penipuan kepada Direktur PT Opal Coffee Indonesia, Surya Pranoto.

TRIBUN-MEDAN.COM - Sidang lanjutan kasus penipuan dengan terdakwa Dr Benny Hermanto Jap selaku Direktur PT Sari Opal Nutrition kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (11/3/2020) sore. Setelah dibuka oleh majelis hakim yang diketuai Tengku Oyong serta dua anggota majelis Jarihat Simarmata dan Bambang Joko Winarno, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Joice V Sinaga langsung membacakan tuntutan berdasarkan pasal-pasal serta fakta-fakta persidangan.

Dalam pertimbangan tuntutan JPU, di antara hal-hal yang memberatkan, bahwa terdakwa Dr Benny Hermanto Jap sebagai tokoh masyarakat tidak mengakui perbuatannya selama proses persidangan. "Sebagai tokoh masyarakat terdakwa tidak mengakui perbuatannya, dan perbuatannya mengakibatkan kerugian terhadap saksi Surya Pranoto," sebut Joice. Sedangkan hal yang meringankan di antaranya karena korban tidak pernah dihukum.

JPU dalam tuntutan akhirnya meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman 3 tahun penjara kepada Dr Benny Hermanto Jap karena secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sesuai pasal 378 KUHPidana. "Meminta majelis hakim menjatuhkan terdakwa Benny Hermanto Jap dengan pidana penjara selama 3 tahun dikurangi selama terdakwa menjalani tahanan sementara," tukasnya. Selain meminta agar Dr Benny dihukum selama 3 tahun penjara, JPU juga menekankan agar majelis hakim pada vonis nantinya memerintahkan agar terdakwa ditahan.

JPU juga menuntut agar barang bukti berupa 7 lembar print out PO faktur penjualan dan resi dikembalikan kepada Surya Pranoto selaku Direktur PT Opal Coffee Indonesia. Seusai JPU membacakan tuntutannya serta majelis hakim menunda persidangan, terdakwa Dr Benny Hermanto Cap yang hendak diwawancarai wartawan enggan merespons. Didampingi kuasa hukumnya, Benny yang mengenakan kemeja berwarna merah muda hanya berjalan tak menghiraukan pertanyaan awak media.

Begitu pula penasehat hukumnya yang diminta tanggapan atas tuntutan JPU tersebut juga tak merespons. Sedangkan, Kana Desen didampingi rekannya Richard Chandra dari Legal PT Opal Coffee Indonesia yang sebelumnya memantau persidangan hingga selesai, mengaku sangat mengapresiasi tuntutan JPU. "Kita menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada JPU. Karena dengan tuntutan itu jelas terbukti bahwa mereka (terdakwa Benny Hermanto Jap) telah melakukan penipuan.

Kita sebagai korban mengharapkan putusan hakim nantinya bisa maksimal," ujar Kana. Meski begitu, Kana menyebut pihaknya menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada pertimbangan majelis hakim. "Karena ini sudah jelas perbuatan yang memang merugikan kepada perusahaan kami. Sekali lagi kami berharap majelis hakim memutuskan seadil-adilnya berdasarkan prinsip hukum. Tidak memihak kepada siapapun dan memang benar-benar murni berdasarkan keadilan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Dr Benny Hermanto (65) warga Green Garden Blok C-II / 37 RT/RW 009/003 Kelurahan Kedoya Utara Kecamatan Kebon Jeruk Jakarta Barat itu didakwa telah melakukan penipuan terhadap Surya Pranoto sebesar Rp356.939.000. Dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Joice V Sinaga menyebutkan, bahwa terdakwa Benny Hermanto selaku Direktur PT Sari Opal Nutrition dan Surya Pranoto selaku Direktur PT Opal Coffee Indonesia sudah berteman sejak tahun 1996.

Terdakwa membeli kopi dari perusahaan milik Surya Pranoto sejak tahun 2016 dan pembayaran seluruh pesanan dibayar oleh sesuai penagihan. Setelah 60 hari barang diterima, terdakwa tidak melakukan pembayaran. Surya Pranoto sempat menghubungi terdakwa untuk menagih pembayaran. Namun, terdakwa berhasil meyakinkan Surya Pranoto dengan kata-katanya. Penjualan kopi kepada terdakwa terus dilakukan namun tidak kunjung melakukan pembayaran hingga kasus ini dilaporkan ke Polrestabes Medan. (sir/tribun-medan.com)

Penulis: M Daniel Effendi Siregar
Editor: M Daniel Effendi Siregar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved