Permintaan Drone untuk Pertanian Melonjak Gara-gara Virus Corona Merebak

Adapun pembeli dari drone pertanian ini adalah perusahaan pertanian besar, pemerintah daerah, dan distributor produk pertanian.

en.wikipedia.org
Ilustrasi 

Permintaan Drone untuk Pertanian Melonjak Gara-gara Virus Corona Merebak

TRIBUN-MEDAN.com - Dampak virus corona terus memukul sektor industri. Namun beberapa perusahaan teknologi baru di bidang pertanian mengalami peningkatan permintaan, termasuk drone khusus pertanian.

"Dalam dua bulan pertama tahun 2020, kami mengirimkan 4.000 unit drone pertanian yang baru dirilis," kata Justin Gong, salah satu pendiri XAG, pembuat drone pertanian sebagaimana dikutip dari CNBC, Rabu (11/3/2020).

Selain XAG, perusahaan drone lain Beijing Yifei Technology melalui Chief Marketing Officer, Liu Zhuo mengatakan perusahaan memproyeksikan pendapatan melonjak hingga empat kali lipat tahun ini menjadi lebih dari 30 juta yuan atau 4,31 juta dollar AS atau Rp 602 miliar (Kurs Rp 14.000 per dollar AS).

"Baru-baru ini, kami menerima lebih banyak pertanyaan tentang drone pertanian dan kendaraan tak berawak," kata Liu.

Adapun pembeli dari drone pertanian ini adalah perusahaan pertanian besar, pemerintah daerah, dan distributor produk pertanian.

Ini dilakukan sebagai pengganti tenaga manusia yang rentan dengan wabah corona.

Di China, munculnya virus corona memberi dorongan untuk mengurangi penggunaan tenaga manusia.

Hal ini menjadi tantangan besar karena sebagian besar industri agrikultur China umumnya masih menggunakan tangan manusia untuk pengolahan pertanian kecil.

Awalnya ketertarikan pada produk dan layanan teknologi pertanian muncul ketika pemerintah China berupaya mengurangi ketergantungan pada impor makanan dari AS dan negara-negara lain selama beberapa tahun terakhir.

Modernisasi pertanian China juga masuk dalam rencana pemerintah dalam lima tahun ke depan.

Kementerian pertanian China memperkirakan lebih dari 30.000 drone akan dipesan untuk perlindungan tanaman dari wabah corona untuk musim semi ini.

China memproyeksikan pertumbuhan produk pertanian berbasis teknologi tahun ini akan naik menjadi 26,8 miliar tahun ini. Sementara tahun 2015 kurang dari 13,7 miliar dollar AS.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wabah Corona Merebak, Permintaan Drone untuk Pertanian Melonjak "

Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved