Breaking News:

Akhirnya KPK Ungkap Sosok Tiga Tersangka Baru Korupsi Cetak Sawah di Dairi, Ada Satu Anggota Dewan

Kasus korupsi cetak sawah, kegiatan Dinas Pertanian Kabupaten Dairi, terus bergulir. Tiga tersangka baru muncul. Inisialnya, AST, EM, dan JS.

Shutterstock
Ilustrasi korupsi 

Sementara itu, Kepala Kejari Dairi, Syahrul Juaksha Subuki ketika dikonfirmasi Tribun Medan via seluler, tak bersedia memberi komentar lewat sambungan telepon.

"Kalau ada mau konfirmasi, ke kantor saja. Kapan ada waktu ke kantor, kita ketemu di kantor," ujar Syahrul mengakhiri.

Sebagai informasi, kasus korupsi cetak sawah ini terkait dengan alokasi dana bansos dari Ditjen Sarana dan Prasarana Kementan RI sejumlah Rp750 juta untuk pencetakan sawah seluas 100 hektare di Dusun Lae Mbale, Desa Simungun, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Kabupaten Dairi.

Kegiatan ini bertujuan mendorong peningkatan produksi padi. Sebagai syarat memanfaatkan dana tersebut, dua warga Desa Simungun, yaitu Arifuddin Sirait dan Ignatius Sinaga, pun membentuk kelompok tani (Poktan) beranggotakan 77 orang, bernama Poktan Maradu.

Arifuddin Sirait berperan sebagai ketua, sedangkan Ignatius Sinaga sebagai bendahara.

Poktan Maradu kemudian menyusun Rencana Usaha Kegiatan Kelompok (RUKK) sebagai acuan penggunaan dana Rp 750 juta itu.

Dokumen tersebut diketahui dan ditandatangani oleh tiga orang, yaitu Kades Simungun, staf pengelola, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pertanian.

Setelah dananya cair, dana tersebut malah disalahgunakan.

Pekerjaan percetakan sawah justru diborongkan oleh Arifuddin Sirait dan Ignatius Sinaga ke pihak ketiga. Itu pun tak selesai.

Berdasarkan hasil perhitungan dan audit, lahan yang siap hanya seluas 163.265 meter persegi dan realisasi kegiatan cetak sawah hanya Rp 102 juta lebih.

Padahal, dana yang sudah ditarik sebesar Rp 670 juta.

Akibatnya, timbul kerugian keuangan negara sebesar Rp 567 juta lebih.

Ignatius Sinaga dan Arifuddin Sirait telah divonis bersalah tanggal 9 September 2019 lalu oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada PN Medan, dengan hukuman masing-masing setahun dan enam bulan penjara.

(cr16/tribun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved