Breaking News:

Anggota DPRD Sebut Pengusaha Tak Punya Alasan Tolak Tapping Box

Anggota DPRD kota Medan Edward Hutabarat angkat bicara soal banyaknya pengusaha di Medan yang enggan dipasang Tapping Box di unit usahanya.

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan | Editor: Juang Naibaho
Dok. Pemkot Medan
Sosialisasi Tapping Box kepada wajib pajak oleh Pemkot Medan 

TRIBUN-MEDAN.com - Anggota DPRD kota Medan Edward Hutabarat angkat bicara soal banyaknya pengusaha di Medan yang enggan dipasang Tapping Box di unit usahanya.

Ia mengatakan tidak ada alasan para pengusaha menolak pemasangan tersebut karena wajib pajak telah diatur dalam undang-undang.

Dikatakannya, jika pengusaha tersebut jujur seharusnya tidak perlu khawatir, sebab pajak yang dipungut tersebut bukanlah uang mereka melainkan uang masyarakat yang dititipkan.

"Pajak itu kan untuk kemajuan kota Medan. Pemasangan tapping box itu kan wajar saja, ketika pemko meminta transparansi pajak. Sebab itu uang yang dititipkan masyarakat ke unit usaha mereka. Kalau pengusaha itu mau jujur, sebenarnya tidak ada alasan menolak, kan bukan uang mereka yang dikurangi," katanya, Kamis (12/3/2020).

Meski demikian, Edward menilai bisa jadi pengusaha menolak karena kurang mendapat edukasi. Ia bahkan mengatakan saat ini Tapping Box sudah tidak populer lagi, sebab ada teknologi baru yang lebih canggih dari tapping box.

"Ya kemungkinan besar mereka belum dapat edukasi, nanti dari komisi III akan kita berikan edukasi. Tapi sekarang sudah banyak teknologi di atas tapping box. Ada juga yang sistem online lain yang kita mau terapkan di Medan ini karena tapping box masih banyak kelemahannya," tuturnya.

Ia menuturkan, sebenarnya Tapping Box sudah ketinggalan zaman. Ada alat terbaru yang menurut Edward, lebih akurat dan murah dari Tapping Box.

Dikatakan Edward, bahwa penggunaan alat teknologi bertujuan agar pembayaran pajak semakin transparan, untuk kepentingan bersama.

"Nanti kita dari komisi III akan memberikan edukasi kepada para pengusaha, bahwa penggunaan alat teknologi ini bukan suatu hal yang menakutkan karena ini kan untuk meningkatkan PAD di kota Medan. Kalau misalnya Medan semakin bersih, maju dan fasilitasnya semakin baik, turis juga akan datang dan pasti mereka juga akan merasakan dampaknya," tuturnya.

Ia mengatakan penggunaan Tapping Box atau alat lainnya sebenarnya sudah diterapkan secara merata di sejumlah daerah di Indonesia. Dan terbukti meningkatkan PAD.

"Kenapa di Surabaya itu bisa bagus ya karena mereka membayar pajak dengan baik. Undang-undang tentang pembayaran pajak kan sudah lengkap, ngapain lagi harus ada buat perwal segala. Jadi dari dinas pendapatan pun harus bisa menerangkan hal tersebut. Punya keinginan juga untuk menerapkan hal itu, belajarlah dari daerah-daerah yang sudah maju menggunakan alat itu seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Bali juga," katanya.

(cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved