Pemko Medan Akan Beri Diskon PBB 50 Persen Bagi Pemilik Bangunan di Kesawan, Ini Syaratnya

Pemko Akan Beri Diskon PBB 50 Persen Bagi Pemilik Bangunan di Kesawan, Ini Syaratnya

TRIBUN MEDAN/GITA
KEPALA Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan, Benny Iskandar 

TRI BUN-MEDAN.com - Untuk menata kawasan Kesawan menjadi lebih ramah pejalan kaki, Pemko Medan akan memberikan diskon sebesar 50 persen untuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi pemilik bangunan di sekitan Jalan Kesawan.

Hal tersebut diberlakukan dengan syarat apabila pemilik bangunan bersedia membongkar dan merawat teras gedungnya sendiri.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (PKPPR), Benny Iskandar mengatakan, keputusan tersebut didapat dari hasil rapat penataan Kesawan dan gedung Warehuise yang diselenggarakan di Kantor Wali Kota Medan, Senin (16/3/2020).

"Ini salah satu ide yang didapat dari hasil rapat kita tadi. Namun akan dikaji besarannya, untuk potongannya benar 50 persen, April mudah-mudahan sudah ada keputusan," katanya.

Ia mengatakan hal tersebut diberlakukan agar tidak ada pihak yang dirugikan, serta dapat menata kawasan Kesawan lebih rapi dan ramah dengan pejalan kaki.

"Nanti akan kami diskusikan dengan pemilik bangunan di kawasan itu di bulan April," katanya.

Benny mengatakan arkade atau teras di kawasan tersebut sebagian sudah ditutup dan terhalang. Pihaknya sudah mengirim dua kali surat peringatan pada Oktober hingga Desember 2019 lalu, namun penindakan tidak terlaksana dikarenakan sebagian pemilik bangunan menolak.

"Surat untuk penertiban sudah dua kali, tapi tidak terlaksana karena pemilik bangunan sebagian, menolak dan kita minta data ke BPN. Kami bersama Satpol PP Kota Medan sudah pernah menertibkannya Oktober dan Desember lalu. Tapi, tidak berjalan," katanya.

Benny menjelaskan Pemko telah merancang jalan mana saja yang dapat dilalui oleh pengendara. Di lokasi tersebut nantinya dilarang parkir karena khusus buat pelajar kaki saja.

"Kendaraan hanya boleh melintas di Jalan A Yani, A Yani VII, dan Jalan Hindu. Tidak boleh parkir karena parkir akan diarahkan ke Jalan Mesjid dan di bawah rel layang KA serta perniagaan. Hanya jam pemberlakukannya akan dikaji oleh dishub," katanya.

Halaman
12
Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved