Breaking News:

Protes Eksplorasi Panas Bumi, Ratusan Warga Desa Banuajil Datangi DPRD Tapanuli Utara

Sekitar 500-an warga Desa BanuajiI, II dan IV Kecamatan Tarutung menyerukan aksi ke Kantor DPRD Tapanuli Utara di Tarutung, Senin (16/3/2020).

TRIBUN MEDAN/ARJUNA
SEKITAR 500-an warga Desa Banuaji, II dan IV Kecamatan Tarutung menyerukan aksi ke Kantor DPRD Tapanuli Utara di Tarutung, Senin (16/3/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, TARUTUNG - Sekitar 500-an warga Desa BanuajiI, II dan IV Kecamatan Tarutung menyerukan aksi ke Kantor DPRD Tapanuli Utara di Tarutung, Senin (16/3/2020).

Koordinator Aksi Donfri Sihombing selaku Ketua DPW LSM PKAP RI dalam orasinya mendesak penghentian sementara aktivitas eksploras panas bumi menjadi pembangkit listrik oleh PT Sarulla Operation Limited (SOL). 

Eksplorasi ini diduga menimbulkan gas beracun hingga memengakibatkan seorang petani meninggal dunia di persawahan.

"Kami meminta penutupan sementara aktifitas PT SOL dalam mengeksplorasi panas bumi menjadi pembangkit listrik yang diduga menimbulkan gas beracun berupa H2S atau asam sulfida dan mengancam nyawa masyarakat setempat,"ujar Donfri.

Lebih lanjut Donfri menyerukan agar DPRD Taput segera mengambil tindakan terkait keresahan petani sejak munculnya gas beracun di wilayah Banuaji.

Mereka mendesak agar ahli berkompeten segera diturunkan ke lokasi untuk menyelidiki semburan gas beracun yang diduga akibat aktifitas SOL, serta penghentian sementara aktifitas SOL hingga persoalan semburan gas selesai.

Sayangnya, ketika mereka menggelar orasi yang dikawal aparat kepolisian tersebut, tak satu pun wakil rakyat yang datang menyambangi.

Warga sempat berang dan meminta para dewan membuktikan dampak gas beracun saat ini di daerah mereka.

Pantauan Tri bun Medan beberapa waktu lalu di persawahan warga di Banuaji, gelembung udara yang muncul menembus air di permukaan tanah persawahan terdapat di beberapa titik dan memiliki diameter berbeda.

Ada yang berdiameter keliling 30 Cm, dan ada juga lobang yang mengeluarkan suara berisik akibat hembusan udara dari dalam tanah.

Udara yang keluar dari dalam tanah ini bercampur aroma belerang, namun tidak panas.

Halaman
1234
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved