Gubernur Sumut Instruksikan Siswa SMA Sederajat Belajar di Rumah, Ini Respons Sejumlah Kepsek

Arahan untuk menerapkan sistem belajar dari rumah ini berlaku untuk seluruh siswa SMA dan SMK kelas X dan XI.

TRI BUN MEDAN/Satia
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi memimpin rapat koordinasi bersama dengan Forkompinda, di lantai dua, Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Selasa (17/3/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com - Usai mengeluarkan surat edaran per tanggal 17 Maret 2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadapat Risiko Penularan Infeksi Corona Virus Disease (Covid-19) di Sumatera Utara, Gubernur Edy Rahmayadi memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan untuk memberlakukan sistem kegiatan belajar dengan metode belajar jarak jauh.

Arahan untuk menerapkan sistem belajar dari rumah ini berlaku untuk seluruh siswa SMA dan SMK kelas X dan XI. Penerapan belajar di rumah diberlakukan juga terhadap SLB.

Sementara siswa SMA/SMK yang masih melangsungkan Ujian Nasional tetap dilanjutkan hingga tanggal 19 Maret 2020.

Menanggapi hal ini, Kepala Sekolah SMA Swasta Santo Thomas 2 Medan, Nelson Nababan mengatakan, pihaknya mengikuti pemerintah dan akan menjalankan metode belajar dari rumah atau jarak jauh.

"Kami ikut pemerintah, sejauh ini kami sudah koordinasikan kepada seluruh guru kelas dan bidang studi untuk memberi tugas, nanti jika ada pelajaran yang tertinggal dan belum sempat tersampaikan akan dipenuhi pasca masuk kembali di tanggal 3 April," ujar Nelson saat diwawancarai Tribun-Medan.com, Selasa (17/3/2020).

Menurut Nelson, kebijakan yang diberlakukan pemerintah sudah cukup tepat mengingat angka pasien yang positif terjangkit virus corona semakin bertambah. Hal ini baginya merupakan tindakan yang cepat dan tanggap dalam menghadapi situasi ini.

"Kebijakan pemerintah ini sudah cukup tepat ya, dikarenakan wabah ini sudah semakin menyebar dan diperlukan tindakan yang cepat. Oleh karena itu kita mengaminkan kebijakan ini dengan mengimbau seluruh siswa-siswi kami untuk tetap berada di rumah," tambahnya.

Nelson mengatakan bahwa untuk siswa-siswi kelas XII yang harus tetap menjalankan Ujian Nasional (UN) hingga tanggal 19 Maret mendatang pihaknya mengimbau agar para siswa langsung kembali ke rumah saat ujian selesai.

"Sebelum ada kebijakan pemerintah pun sebenarnya kita sudah imbau para siswa untuk tidak terlalu banyak singgah ke tempat-tempat yang berpotensi adanya keramaian," katanya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Negeri Model 2 Medan, Irwansyah membenarkan telah memberitahukan seluruh siswa untuk belajar di rumah selama kurang lebih 14 hari.

Halaman
12
Penulis: Rechtin Hani Ritonga
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved