Hadiri Peringatan HUT Ke-101 Pemadam Kebakaran, Akhyar Puji Pengabdian Mereka
Akhyar membacakan amanat Mendagri yang memuji kinerja pemadam kebarakan
TRIBUN-MEDAN.com – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Akhyar Nasution memimpin upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-101 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.
Berlangsung di Kantor Wali Kota Medan, Selasa (17/3/2020), peringatan tersebut bertema “Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan yang Unggul Guna Terwujudnya Perlindungan Masyarakat Menuju Indonesia Maju”.
"Dalam tema peringatan HUT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan tahun ini terkandung semangat untuk membentuk pemadam kebakaran sebagai sebuah perangkat daerah yang profesional, modern, dan terlatih," ujar Akhyar.
Hal itu, kata Akhyar, sesuai dengan amanat Menteri Dalam Negeri Republik (Mendagri) Indonesia Muhammad Tito Karnavian yang dia bacakan.
Akhyar mengatakan, Tito dalam amanatnya berpesan kepada seluruh bangsa Indonesia untuk lebih meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.
Tito, lanjut Akhyar, juga meminta masyarakat untuk mengutamakan kepentingan bangsa dan negara serta masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan.
Hal itu dalam upaya mendukung terwujudnya visi misi pemerintah mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
"Dari sudut budaya kerja, pemadam kebakaran telah menjadi contoh yang baik bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam lingkup pemerintah daerah,” ujar Akhyar seperti keterangan tertulisnya.
Dia menyebut, keikhlasan dan kesabaran pemadam kebakaran dalam melaksanakan tugas dijadikan sebagai jalan pengabdian terhadap negara dan bangsa.
“Nilai-nilai keikhlasan, kesabaran, dan pengabdian aparatur pemadam kebakaran patut diberikan apresiasi dan penghargaan tertinggi dari para pemangku kepentingan,” jelas Akhyar.
Pada kesempatan ini, hadir pula Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman, para asisten, staf ahli, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah dan camat se-Kota Medan.
Jadikan perangkat daerah yang profesional
Di hadapan mereka, Akhyar juga mengajak kepada seluruh pemangku kepentingan di pusat dan daerah untuk menjadikan pemadam kebakaran sebagai perangkat daerah yang profesional, modern, dan terlatih.
“Untuk itu marilah temu kenali kondisi pemadam kebakaran dilihat dari unsur kinerja aparatur, budaya kerja, dan struktur organisasi,” ajaknya.
Lebih lanjut, Akhyar mengungkapkan, pemadam kebakaran telah menunjukkan kinerja yang luar biasa.
Dia menyebut, pemadam kebakaran selalu hadir dalam setiap kejadian yang membahayakan kondisi manusia.
Mereka bahkan bertugas melebihi jam kerja ASN pada umumnya dengan membangun kesiapsiagaan selama 24 jam tanpa mengenal hari libur.
Tak hanya itu, Akhyar juga memuji pemadam kebakaran yang selalu berupaya memberikan pertolongan dalam tenggat waktu respons 15 menit, dan bekerja dengan mempertaruhkan keselamatan pribadi.
Bahkan, lanjutnya, membekali diri dengan keterampilan dan keahlian dalam melaksanakan tugas, serta berusaha menyelesaikan tugas secara sempurna dengan memegang teguh moto "Pantang Pulang Sebelum Padam".
Akhyar menambahkan, wilayah tugas pemadam kebakaran dan penyelamatan tidak hanya melakukan pemadam kebakaran.
Secara luas, lanjut Akhyar, mereka juga terlibat aktif dalam berbagai upaya penyelamatan.
Sebagai contoh, pemadam kebakaran turut membantu penanganan banjir, penanganan kecelakaan, bahkan sampai kepada animal rescue.
"Saya percaya bahwa peran dan jasa pemadam kebakaran dicatat dengan baik di hati masyarakat, dan apabila dikerjakan dengan tulus ikhlas akan berbuah kebaikan di akhir nanti,” ucapnya.
Melihat kinerja tersebut, Akhyar menilai, yang masih terasa sangat kurang adalah kemampuan manajemen media.
Dalam hal ini, maksud Akhyar, adalah kemampuan mengekspos wilayah tugas yang didukung dengan data yang akurat.
“Dengan begitu, dapat dipahami apabila kemudian timbul persepsi bahwa pemadam kebakaran hanya melakukan tugas pemadam," ungkapnya.
Status siaga darurat terkait virus corona
Usai menyampaikan amanat Mendagri, Akhyar juga mengumumkan status siaga darurat untuk kota Medan terkait dengan penyebaran wabah Virus Corona (COVID -19).
Status siaga darurat ini diambil setelah sebelumnya digelar rapat bersama dengan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Medan.
Akhyar menjelaskan, status siaga darurat berarti walaupun belum ditemukan kasus virus corona di Kota Medan, aparatur Pemerintah Kota (Pemkot) Medan dan seluruh masyarakat diminta untuk tetap siaga.
Dia menerangkan, setiap unit instansi di Pemkot Medan juga diminta menyiapkan hand sanitizer ataupun sabun dan air mengalir.
"Kami sebagai aparatur harus siap siaga dalam menghadapi kasus ini, semua ini harus kita hadapi bersama dan harus kita atasi," ujarnya.
Selain itu, Akhyar juga menghimbau kepada seluruh aparatur Pemkot Medan agar tidak meninggalkan tugasnya dan bekerja seperti biasanya.
Meski telah dibentuk gugus tugas untuk penanganan kasus corona ini, Akhyar menginginkan agar kasus ini bukan hanya tugas mereka saja melainkan menjadi tugas seluruh aparatur Pemkot Medan.
"Kami harus tampil bersama menghadapi kasus ini, kami punya tuhan yang melindungi kita," ujar Akhyar sembari mengakhiri amanatnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/akhyar-memimpin-upacara-peringatan-hut-ke-101-pemadam-kebakaran-dan-penyelamatan.jpg)