Terkait Diskon 50 Persen PBB, Pengamat Imbau Pemko Medan Beri Pemahaman

Pengamat Ekonomi, Gunawan Benyamin mengapresiasi upaya Pemko Medan untuk membenahi teras Kesawan menjadi jalur pedestarian yang ramah pejalan kaki.

Tribun Medan
GUNAWAN Benjamin 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pengamat Ekonomi, Gunawan Benyamin mengapresiasi upaya Pemko Medan untuk membenahi teras Kesawan menjadi jalur pedestarian yang ramah pejalan kaki.

Apalagi katanya, ide memberikan diskon 50 persen PBB bagi warga sekitar dengan syarat apabila pemilik bangunan bersedia membongkar dan merawat teras gedungnya sendiri adalah ide yang cukup baik

Ia yakin bahwa Pemko Medan musti sudah memiliki perhitungan nilai ekonomi yang matang, sehingga berinisiatif memberlakukan hal tersebut.

"Kalau melihat pemangkasan PBB sampai 50 persen untuk mereka yang punya lahan dan bangunan di Jalan Kesawan sih sudah baik, karena saya melihat memberikan diskon 50 persen itu memiliki syarat mereka harus membangun terasnya. Saya berpikirnya ini ada semacam upaya agar masyarakat khususnya yang di Jalan Kesawan, mau melestarikan tempat-tempat tersebut sebagai tujuan wisata di kota Medan dan lebih banyak memberikan ruang di pejalan kaki," katanya.

Meski demikian ia mempertanyakan apakah Pemko Medan sudah menentukan standar bagaimana pembenahan jalan tersebut.

Sebab jika dilimpahkan seluruhnya ke masyarakat, maka mereka memiliki cara pandang tersendiri.

Dikatakannya, jangan sampai visi dan misi Pemko memperindah jalan tersebut malah berantakan karena setiap pemilik bangunan punya persepsinya masing-masing.

"Ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Misalnya kalau setiap orang diberikan kesempatan untuk membangun terasnya nantinya, seperti apa terasnya yang mau dibangun harus dipikirkan juga. Ada baiknya Pemkot juga memberikan arahan standarisasi, tingginya, bentuknya seperti apa, desainnya mau seperti apa ke depannya. Itu maunya dibantu juga masyarakatnya. Artinya tidak 100 persen dilepaskan kepada masyarakat yang membenahi," katanya.

Syuting Perdana Kesawan The Movie Diguyur Hujan, Kru Dikompas Preman

Gunawan mengatakan, di sisi lain Pemko Medan juga harus mampu memaparkan apa keuntungan yang mereka dapat dengan pembenahan teras tersebut.

"Apakah ide ini disetujui oleh masyarakat di sana? Apakah warga sekitar Kesawan menilai hal tersebut dapat menguntungkan mereka atau tidak. Saya pikir pemerintah dalam konteks ini tidak dirugikan banget. Tapi kalau masyarakat, apakah mereka berpikir itu berharga bagi mereka? kita belum tahu itu, maka Pemko harus satu mimpi dengan mereka, mau seperti apa Kesawan ingin dibuat, " katanya.

Selain itu, katanya, jika Pemko serius menggarap Kesawan layaknya Malioboro, maka potensi PAD sektor wisata sangat potensi, dan pemahaman iti harus bisa sampai masyarakat.

"Masyarakat juga harus peduli bahwa Kesawan itu sangat unik. Ini sangat potensial mendongkrak pendapatan masyarakat khususnya bagi warga di Jalan Kesawan tersebut. Jangan sampai apa yang dijadikan visi misi pemerintah ini justru tidak jalan. Karena selama ini kita sulit untuk mengontrol ataupun mengendalikan implementasi kebijakan itu sendiri. Artinya kita sudah punya rencana sudah di desain tetapi akhirnya nggak jalan. Ini yang saya tekankan bukan hanya ide, tapi kajian implementasi kan kontrolnya juga harus diperhatikan," pungkasnya.(cr21/trinbun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved