Tiga Kasus Bunuh Diri di Simalungun Bikin Geger Warga, Begini Kata Ephorus GKPS

Kasus bunuh diri di Simalungun akhir-akhir ini kian marak. Ada tiga kasus yang mencuri perhatian masyarakat

HO/tri bun medan
Proses evakuasi jenazah VS yang diduga bunuh diri menggunakan seutas nilon di rumahnya, Kelurahan Tanah Jawa, Simalungun 

SIMALUNGUN,TRIBUN-Kasus bunuh diri di Kabupaten Simalungun akhir-akhir ini kian marak.

Tercatat, dalam kurun waktu delapan hari terakhir, sudah tiga orang warga yang meninggal dunia dengan cara tragis. Menurut 

Ephorus GKPS Simalungun, Pdt Rumanja Purba, maraknya aksi bunuh diri ini karena fenomena individualistik dalam era modern, sehingga tumbuh masyarakat yang rapuh.

Ia menuturkan, ada empat poin yang harus dipahami masyarakat dalam berkehidupan sosial.

Pertama, biasanya seseorang cenderung bunuh diri akibat depresi, tidak mampu mengatasi pikiran.

Kematian Polisi Bunuh Diri, Brigadir AK Telepon Orangtua Setelah Minum Cairan Pembersih Lantai

"Kedua, menurut saya, banyak seseorang yang hidup di tengah masyarakat tidak mendapatkan rasa saling dukung. Dukungan sosial tipis," ujarnya, Senin (16/3/2020).

Ketiga, Rumanja mengatakan, ada fenomena individualistik pada diri masyarakat yang masing-masing hanya menuntut kebutuhan dirinya saja.

Mereka tidak perduli dengan saudara dan kerabat di sekitarnya.

Kemudian, lanjut Rumanja, keimanan masyarakat dengan Tuhan yang tidak tegak lurus dengan kenyataan hidup.

"Mereka beragama hanya pada Tuhan, tidak mau berhubungan baik dengan sesamanya.

Halaman
1234
Penulis: Alija Magribi
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved