Breaking News:

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Petugas Satpol PP Akan Patroli di Pusat Keramaian di Sumut

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengimbau kepada seluruh warga kabupaten dan kota agar tidak mengunjungi tempat keramaian selama situasi siaga

Penulis: Satia | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Satpol PP melakukan razia anak sekolah yang telah diliburkan, di area Mal di Medan, Kamis (19/3/2020). Razia digelar dalam rangka menindaklanjuti surat edaran Gubernur Sumatera Utara dan Walikota Medan yang memerintahkan para pelajar untuk belajar dirumah. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengimbau kepada seluruh warga kabupaten dan kota agar tidak mengunjungi tempat keramaian selama situasi siaga sebagai upaya pencegahan dan antisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Terkait hal ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) diminta untuk melakukan patroli anak sekolah yang berkeliaran pada spot-spot keramaian.

Kasatpol PP Sumut Suriadi Bahar mengamini bahwa ihwal Surat Edaran (SE) partoli wilayah yang ada berlaku mulai 18 Maret 2020.

Kata Bahar, SE bernomor 812/Satpol.PP/I/2020 itu merupakan tindak lanjut dari SE Gubsu No.440/2666/2020 pada 17 Maret tentang Kewaspadaan Terhadap Risiko Penularan Infeksi Corona Virus Disease (Covid-19) dan arahan langsung Gubsu kepada pihaknya pada 18 Maret tentang wabah berbahaya tersebut di Sumut.

"Sifatnya lebih kepada patroli wilayah bukan razia. Kalau razia pasti ada hukuman. Namun ini kita mau memastikan bahwa para pelajar tidak berkeliaran keluar rumah selama sekolah diliburkan dua minggu," katanya, Kamis (19/3).

Berita Foto: Sejumlah Pelajar Terjaring Razia Satpol PP saat Berbelanja di Mal

Dikatakannya, terdapat dua poin krusial dalam SE tersebut.

Pertama, patroli wilayah bermaksud memonitoring keberadaan pelajar (SD, SMP, dan SMA) yang berkeliaran di tempat-tempat umum seperti plaza, warnet dan cafe.

Kedua, melakukan pengecekan ke pusat-pusat perbelanjaan dan tempat rekreasi serta tempat keramaian lainnya. Apabila ditemukan ada warga yang panic buying (membeli dalam jumlah yang berlebihan) agar memberi penyuluhan, pemahaman, dan pengertian untuk tidak resah dalam menghadapi Covid-19.

"Kami juga mengimbau agar para orangtua dapat mengawasi anak-anaknya dengan baik di rumah, dan tetap memastikan bahwa mereka tetap belajar seperti biasa serta tidak berkeliaran ke titik-titik keramaian tersebut," harapnya.

Upaya Pemprovsu atas pencegahan penyebaran Covid-19 tersebut diapresiasi Fraksi PKS DPRD Sumut.

"Kebijakan yang diambil Gubsu sudah tepat sebagai upaya preventif, namun kami mendesak berbagai pihak yang berwenang untuk meliburkan seluruh sekolah yang ada di Sumut baik tingkat PAUD, SD/Ibtidaiyah, SMP/Tsanawiyah dan SMA/Aliyah," kata Ketua FPKS DPRD Sumut, Misno Adisyah Putra.

Selain itu, sambung dia, bahwa dalam hal penanganan wabah ini diperlukan kerjasama dan dukungan dari semua pihak. Kesadaran dan peran serta masyarakat juga harus ditingkatkan.

FPKS juga mengimbau seluruh elemen masyarakat sama-sama mendukung dan menjalankan kebijakan tersebut.

Apabila seluruh elemen sudah bekerjasama, baik pemerintah dan masyarakat maka penyebaran wabah ini akan lebih mudah diatasi.

"Para Bupati dan Wali kota agar segera merespon dengan cepat Surat Edaran Gubsu ini dan PKS DPRD Sumut siap bersama-sama Pemerintah Sumut mendukung dan menjalankan langkah-langkah yang telah diambil Gubsu dalam melakukan upaya antisipasi virus korona. Kebijakan ini diambil demi untuk memprioritaskan keselamatan masyarakat," katanya.
(wen/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved