Breaking News:

DLH Sumut Belum Kantongi Hasil Investigasi Kebocoran Gas di PT Sarula

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Utara mengaku belum mengantongi hasil investigasi dari kebocoran gas yang terjadi di PT Sarulla .

Sarulla Operations Ltd
LOKASI pengeboran rig atau sumur di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla Operations Ltd (SOL) di Silangkitang Tapanuli Utara 

TRI BUN MEDAN.com, MEDAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Utara mengaku belum mengantongi hasil investigasi dari kebocoran gas yang terjadi di PT Sarulla .

Kepala Bidang Pencemaran dan Perlindungan, Dinas Lingkungan Hidup, Provinsi Sumatera Utara, Fauzi Tarigan mengatakan, untuk hasil uji laboratorium mengenai dugaan kebocoron gas yang telah dilakukan oleh Balai Teknik Kesehatan Lingkungan telah diberikan langsung kepada PT Sarulla, Kamis (19/3/2020).

"Untuk hasil uji telah diserahkan kepada PT Sarulla," kata dia.

Selain ke PT Sarulla, hasil uji laboratorium juga telah diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Tapanuli Utara.

Dirinya mengaku, DLH Sumut tidak ada menerima lampiran hasil dari pemeriksaan uji laboratorium mengenai kebocoran gas tersebut.

Sebab, DLH Tapanuli Utara secara langsung menangani kasus kebocoron gas yang telah mengakibatkan seorang petani tewas, karena terhirup zat kimia tersebut.

Ia mengatakan, apabila pemerintah Tapanuli Utara tidak sanggup untuk melakukan investigasi mengenai kebocoran gas, DLH Sumut akan mengambil tindakan.

"Kalau mereka tidak sanggup kita akan turun," ujarnya.

DIkatakannya, menurut laporan dari DLH Tapanuli Utara, kebocoran terjadi secara alami, bukan dari PT Sarulla.

Kemudian, jarak kebocoran juga terbilang jauh dari area pemukiman warga.

Terkena Semburan Uap Panas Satu Pekerja PT Sarulla Operation Limited Meninggal Dunia

"Kalau kita lihat jarak kebocoran gas alami ini bukan dari PT Sarulla. Dan jaraknya 10 km dari area pemukiman warga," jelasnya.

Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB) Sarulla Operations Ltd. Donny Tambunan mengatakan kebocoran gas yang terjadi bukan dari kelalaian perusahaan.

Melainkan, adanya fenomena alam yang mengeluarkan sejenis karbon dioksida, sehingga uap tersebut menyebar dan terhirup seorang warga.

"Fenomena fumarol atau keluarnya uap air dan gas (seperti karbon dioksida, belerang dioksida, asam klorida, dan hidrogen sulfida) ke permukaan merupakan salah satu bentuk jenis-jenis manifestasi alam di dalam sesar besar Sumatera yang memiliki tektonik aktif," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Tri bun Medan.

Ia mengatakan, lokasi kebocoran gas, yaitu Desa Banuaji berlokasi sekitar 10 km ke arah Barat Laut di atas hulu dari lokasi produksi PLTP Sarulla.

"Lokasinya cukup jauh dari wilayah operasional PLTP Sarulla dan Desa Banuaji juga tidak terkategori sebagai desa terdampak dalam AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) milik SOL. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa apa yang terjadi di Desa Banuaji tidak terkait dengan kegiatan operasional SOL," jelasnya.(wen/tri bun-medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved