Dampak Virus Corona, Wisatawan di Parapat Diprediksi Turun 80 Persen

Malaysia Lockdown, Wisatawan Danau Toba di Parapat Diprediksi Turun 80 Persen

Tribun-Medan.com/Alija Magribi
Pemandangan sunyi di kawasan wisata Parapat, Simalungun, Jumat (20/3/2020) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, PARAPAT - Ancaman Virus Convid-19 (Corona) di beberapa negara di dunia membuat sejumlah negara mengambil kebijakan mitigasi. Salah satu kebijakan yang diambil adalah menekan pergerakan bebas masyarakat atau lockdown.

Dampaknya, sektor pariwisata di Danau Toba, khususnya yang terlihat di Parapat, Kabupaten Simalungun mengalami penurunan drastis.

Ketua Asosiasi Pedagang Suvenir Parapat Junior Pardede mengatakan, seminggu terakhir penurunan wisatawan dalam dan luar negeri sangat terasa.

Ia menyebut WN Malaysia yang biasa mendominasi wisatawan asing tak terlihat lagi. Diketahui, pemerintah Malaysia mengambil kebijakan lockdown untuk mencegah penyebaran virus Corona. 

"Kalau kita prediksi penurunan sekitar 80 persen selama seminggu ini. Penurunan drastis terlihat hari ini. Apalagi sejak Malaysia memberlakukan aturan lockdown, terasa kita," katanya.

Melansir Kompas.com, Pemerintah Malaysia resmi mengumumkan lockdown, terhitung mulai Rabu, 18 Maret 2020 hingga Selasa, 31 Maret 2020. Perdana Menteri Muhyiddin Yassin meminta warga Malaysia untuk tinggal di rumah selama dua pekan ke depan.

Kebijakan pembatasan pergerakan atau lockdown tersebut dilakukan demi mencegah penyebaran virus corona.

Amatan Tribun Medan di sejumlah outlet suvenir di Parapat terlihat sepi pengunjung.

Pemandangan biasa jelang Weekend yaitu aktivitas jual-beli luput dari pandangan mata.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved