Patung Yesus yang Dibangun Sarat Korupsi Dirobohkan, Bupati Taput Minta Maaf

Patung Yesus di Desa Pea Tolong akhirnya dibongkar karena pembangunannya sarat korupsi

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Array A Argus
Tribun Medan
Bupati Taput Nikson Nababan mengaku tak bisa melanjutkan pembangunan Patung Yesus Siatasbarita 

TARUTUNG,TRIBUN-Patung Yesus yang ada di perbukitan Desa Pea Tolong, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara dirobohkan. 

Eksekusi dilakukan setelah kasus dugaan korupsi proyek pembangunan patung Tuhan itu selesai diadili oleh pengadilan Tipikor.

Pada kesempatan ini, Bupati Taput, Nikson Nababan meminta maaf kepada masyarakat.

"Saya selaku Bupati Taput meminta maaf kepada kita semua kalau kerangka patung Yesus ini harus dibongkar, karena ini keputusan pengadilan.

Saya minta kepada seluruh masyarakat Taput, untuk memahami bahwa ini keputusan pengadilan diakibatkan nilai kerangka ini sudah lost total," kata Nikson, Kamis (19/3/2020).

Bupati Nikson Nababan: Proyek Patung Yesus Siatasbarita tak Bisa Dilanjutkan

Senada disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Tapanuli Utara, Tatang Darmi.

Katanya, kasus dugaan korupsi proyek pembangunan patung Yesus ini telah selesai.

Sejumlah terdakwanya sudah diadili dan dijatuhi hukuman sesuai perbuatannya masing-masing.

"Segala keputusan pengadilan tuntas. Status kerangka (patung Yesus) ini sudah total lost," kata Tatang.

Karena sudah ada perintah pengadilan untuk mengeksekusi patung tersebut, mau tidak mau perintah tersebut harus dijalankan.

AJAIB! Ditemukan Catatan Tulisan Tangan Berusia 300 Tahun di Dalam Patung Yesus

"Saya di sini selaku jaksa eksekutor, dan ini merupakan keputusan pengadilan," ungkap Tatang.

Sementara itu, Kapolres Taput, AKBP Horas Marasi Silaen mengatakan bahwa biaya pekerjaan kerangka menelan anggaran Rp 3.417.920.000. Proyek gagal ini, hanya berjalan 55,48 persen saja.

"Adapun rekapitulasi penyelidikan di lapangan, angker baja untuk patung ini dalam keadaan lemah.

Kemudian, lantai altar telah retak-retak (retak struktur), tiang portal langsung tertimbun tanah dalam kondisi basah," ungkap Horas.

Nama Luhut Panjaitan Disebut dalam Sidang Kasus Korupsi Pembangunan Patung Yesus

Selanjutnya, kata dia, pengelasan pipa galvanis konstruksi tidak memenuhi syarat pengelasan yang baik.

Pembulatan pipa rangka tidak dilakukan dengan metode pabrikasi press dan tidak memenuhi teknis.

"Pembauran baja kurang sempurna, dan tidak memenuhi teknis.

Pangkal tiang induk baja terendam air, sehingga akan cepat berkarat," kata Horas saat membacakan hasil investigas itu di hadapan Forkopimda Taput.

Karena alasan itu, sambung Horas, maka patung Yesus ini layak dirubuhkan.

Apalagi, kondisi patung dalam keadaan miring, dan dikhawatirkan tumbang sewaktu-waktu.

"Dampak kemiringan cenderung menimbulkan beban tambahan moment, akibat titik berat massa menara menjadi eksentris," pungkas Horas.(jun)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved