Tidak Hanya Berbahaya Bagi Manusia, Ini Bahaya Covid-19 Bagi Lingkungan Menurut Ahli

Di Indonesia, terdapat lonjakan permintaan masker yang sangat drastis dan menyebabkan harga masker juga semakin melonjak.

TRIBUN MEDAN/HO
PENGGIAT gaya hidup minim sampah (zero waste) Cak Oyong saat menjadi pembicara dalam acara beberapa waktu lalu. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Meningkatnya jumlah kasus yang diakibatkan virus Corona di sejumlah negara, menjadikan tingkat kewaspadaan warga dunia terhadap virus ini juga meningkat.

Di Indonesia, terdapat lonjakan permintaan masker yang sangat drastis dan menyebabkan harga masker juga semakin melonjak signifikan.

Hal ini juga berdampak terhadap limbah yang dihasilkan dari penggunaan masker sekali pakai.

Masker yang termasuk ke dalam limbah medis memerlukan perlakuan khusus dalam pengelolaannya.

Seorang pegiat gaya hidup minim sampah, Cak Oyong, mengatakan bahwa dampak yang dibawa wabah virus corona tidak hanya berbahaya bagi manusia tetapi juga bagi lingkungan.

Berdasarkan data dari Kemenkes, terang Cak Oyong, timbunan limbah medis perhari mencapai 296,86 ton sebelum wabah virus corona sampai ke Indonesia.

"Berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan, timbunan limbah medis mencapai 296,86 ton perhari. Sedangkan kapasitas pengolahan limbah medis per hari hanya 115,68 ton. Ini sebelum terjadinya pandemik covid 19," ujar Cak Oyong kepada Tribun Medan, Jumat (20/3/2020).

Ia mengatakan bahwa dengan terjadinya pandemi corona, limbah yang dihasilkan masker bekas diperkirakan meningkat.

"Kemungkinan sekarang meningkat," katanya.

Sudah Terapkan Lockdown, Korban Covid-19 Italia Melonjak, Lebih Tinggi dari China, Ini Pemicunya

Lebih lanjut Cak Oyong menerangkan bahwa masker bekas masuk ke dalam golongan limbah medis untuk melewati proses insenerasi.

Halaman
12
Penulis: Rechtin Hani Ritonga
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved