Bola Lokal

Liga 2 Dihentikan Akibat Virus Corona, Ini Lima Usulan PSMS ke PT LIB

Merebaknya virus Corona (covid-19) di Indonesia turut berimbas pada pelaksanaan kompetisi sepak bola bergengsi Liga 1 dan Liga 2.

TRIBUN-MEDAN.com/Ilham Fazrir Harahap
SKUAT PSMS saat berlatih di Stadion Kebun Bunga, Selasa (17/3/2020) petang 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Merebaknya virus Corona (covid-19) di Indonesia turut berimbas pada pelaksanaan kompetisi sepak bola bergengsi Liga 1 dan Liga 2.

Demi mencegah meluasnya virus tersebut, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) selaku organisasi yang bertanggung jawab mengelola sepak bola di Indonesia akhirnya mengeluarkan instruksi kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk menghentikan Liga 1 dan Liga 2 sementara waktu.

Terkait kondisi yang terjadi saat ini dan kelangsungan Liga 2 musim 2020, PSMS Medan turut memberi masukan kepada PT Liga Indonesia Baru.

Sekretaris Umum (Sekum) PSMS, Julius Raja mengatakan pihaknya, telah mengirimkan sejumlah usulan kepada PT LIB.

"Sudah kita kirimkan surat balasan perihal re-korespondensi tindak lanjut status kompetisi Liga 2 tahun 2020 kepada PT LIB," ujarnya, Selasa (24/3/2020).

Sebelumnya, PT LIB memang telah mengirimkan surat tertanggal 21 Maret kepada klub-klub peserta Liga 1 dan Liga 2 2020.

Dalam surat itu, PT LIB ingin turut meminta pendapat klub peserta terkait lanjutan kompetisi musim 2020 termasuk penentuan penjadwalan dan izin keamanan dengan mengacu kebijakan dan keadaan persebaran COVID-19 di daerah masing-masing.

Terkait hal itu, ada lima poin yang menjadi usulan penting PSMS kepada PT LIB/PSSI, termasuk juga soal penggajian tim pelatih dan pemain.

Pemain PSMS Diliburkan, Belum Ada Rencana Tes Corona

Berdasarkan kondisi dan keadaan darurat Covid-19 saat ini, PSMS mengusulkan:

1. Agar pelaksanaan kompetisi dapat ditunda sampai dengan berakhirnya virus Corona (Covid-19) sesuai dengan arahan dari Pemerintah.
2. Menunggu keputusan dicabutnya surat maklumat dari Kapolri karena berkaitan dengan izin pertandingan dari wilayah kerja Polda masing-masing.
3 . Lebih efektif apabila dapat dilaksanakan setelah lebaran Idul Fitri atau awal bulan Juni 2020.
4. Mengkaji ulang kontrak kerja sama antara manajemen dengan pelatih serta pemain sebagai mana arahan dari PT Liga Indonesia Baru sehingga mempunyai aturan tersendiri dalam hal yang berkaitan dengan force majure (tentang persentase penggajian).
5. Agar keseragaman peserta Liga 2 tahun 2020 dalam hal penggajian pemain dan pelatih yang diterbitkan peraturannya oleh PT LIB/PSSI.

Julius menambahkan, meski liga dihentikan, pihak manajemen PSMS akan tetap membayar gaji para pemain.

Terkait jumlah dan besarannya, PSMS masih menunggu instruksi dari PT LIB.

"Mengingat ini kategori force majure dan kejadian yang tak terduga. Nyawa manusia lebih penting harus diselamatkan. Kita harus perhatikan juga kehidupan pemain dan keluarga. Bagaimana juga kan dapur pemain harus berasap dan ada tanggungan keluarga. Mengenai gaji akan ditransfer ke rekening masing-masing. Kita menunggu arahan dan petunjuk dari LIB, seberapa besar akan diberikan," tutupnya.(can/tri bun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved