Anggota DPRD Pertanyakan Efektifitas Semprot Disinfektan di Jalan Raya, Lebih Baik Rumah Warga Saja
Anggota DPRD Kota Medan Renville Napitupulu meminta kepada Pemerintah Kota (Pemko) Medan agar fokus memutus mata rantai penyebaran virus Corona
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Anggota DPRD Kota Medan Renville Napitupulu meminta kepada Pemerintah Kota (Pemko) Medan agar fokus dan tepat sasaran dalam memutus mata rantai penyebaran virus Corona (Covid-19) di Kota Medan.
Renville menyoroti adanya penyiraman disinfektan di sejumlah ruas jalan di kota Medan.
Ia menilai penyemprotan tersebut seharusnya bisa diutamakan ke rumah-rumah warga terlebih dahulu, terutama lingkungan atau rumah yang memiliki ODP atau pun PDP.
Dikatakannya selain untuk membuat masyarakat tidak cemas, hal tersebut pun lebih efektif, sebab jalan raya kota Medan katanya setiap hari terkena sinar matahari, sementara rumah-rumah warga yang menjadi tempat pulang saat bepergian seharian belum tentu seharian terkena sinar matahari.
Terkait masalah penyemprotan disinfektan, dirinya meminta bisa lebih fokus. Jangan hanya semangatnya saja namun harus dengan alasan yang kuat. Terkadang dirinya melihat petugas asal semprot pohon dan jalan pakai armada pemadam kebakaran pula.
"Tapi kalau saya lihat lebih penting menyemprot rumah masyarakat. Karena kalau jalan ini kan bisa kena matahari terus, mereka kan harus mempelajari itu. Yang saya tahu, virus ini dengan panas matahari dia tidak berkembang, jadi tidak perlu disemprot. Kenapa bukan rumah masyarakat saja yang mungkin tidak bisa ditembus sinar matahari yang disemprot," katanya, Rabu (25/3/2020).
Ia menegaskan bahwa semua upaya yang dilakukan Pemko seharusnya memiliki perhitungan dan kajian yang jelas, agar dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat.
Ia mengatakan bahwa penanggulangan yang dilakukan setiap negara bahkan kota memiliki perbedaannya masing-masing, tentunya perbedaan tersebut mempertimbangkan karakteristik masyarakat ataupun kondisi alam yang mendukung.
"Dilihat dengan baik daerah-daerah mana yang harus memang di semprot, menyemprot pohon dan jalan kalau mereka rasa perlu ya silahkan. Tapi kan ada yang lebih penting, rumah masyarakat, sebab banyak rumah yang tak kena sinar matahari," katanya.
• BARU Dibuka, RS Virus Corona Wisma Atlet Sudah Tampung 215 Pasien
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut juga mengaku bingung mengapa DPRD tidak dilibatkan dalam penanggulangan tersebut.
Ia pribadi mengaku tidak mengetahui dana APBD 100 miliar yang disebut Pemko untuk menangani Covid-19 di kota Medan.
"Kita mensyukuri adanya dana yang sudah dikucurkan hampir 100 miliar, cuman saya sedikit agak kaget saya sebagai anggota DPRD tahunya informasi itu dari media. Karena itu APBD kan? Saya kaget kenapa kita tidak dilibatkan, minimal kita dilibatkan dalam pelaksanaannya karena itu 100 miliar besar, jangan sampai pada saat pelaksanaan nanti ini enggak maksimal," katanya.
Ia mengatakan dana 100 miliar yang diperuntukkan untuk menanggulangi Covid-19 di kota Medan harus tetap dipantau, agar tepat sasaran.
"Jadi perlu juga ini anggota DPRD memantau di masing-masing dapilnya. Sebab sampai sekarang pun kita masih belum ada tahu kabar langsung dari Pemkot, hanya tahu informasi ini dari berita bahwa sudah ada disiapkan dananya namun kita bersyukur dana ini ada. Tapi ini harus dipantau bagaimana uang ini berproses agar tepat sasaran. Perlulah itu diperhitungkan daerah-daerah mana yang harus memang di semprot, agar warga pun bisa langsung merasakan manfaatnya," katanya.
Selain itu ia juga meminta agar Pemko lebih memperhatikan jalur pembatasan di stasiun kereta api, pelabuhan, ataupun bandara sebab virus ini katanya tidak boleh dianggap remeh.
"Saya lihat di bandara itu masih ada landing dari luar negeri, maunya agar diperketat jalur masuk dan keluar itu. Dan lagi selama ini melawan virus ini kan kita lakukan dari sisi luar, namun sebenarnya kita bisa menguatkan sistem kekebalan tubuhnya dengan mengonsumsi vitamin C ataupun vitamin E. Ini juga efektif karena jika sistem kekebalan tubuhnya akan meningkat, dan virus itu akan mati sendiri. Mungkin juga pemerintah dengan anggaran 100 miliar itu nggak salah juga didistribusikan ke masyarakat yang memang membutuhkan vitamin," pungkasnya.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (P2K) Kota Medan, mengerahkan sejumlah armada melakukan penyemprotan cairan disinfektan di ruas-ruas jalan Kota Medan, Selasa (24/3/2020).
Penyemprotan tersebut dibagi menjadi dua tim, dimana tim pertama melakukan penyemprotan mulai dari jalan Sudirman, Diponegoro, Pengadilan Kapt. Maulana Lubis, Balai Kota, Guru Patimpus, Gatot Subroto, Iskandar Muda, Gajah Mada. Sedangkan tim dua mulai dari jalan Brigjen Katamso, Pemuda, Kesawan, Pasar Hindu, Imam Bonjol, Polonia, Djuanda, SM. Raja, Pandu, Suprapto , Sudirman.
Ketua Gugus Tugas Percepatan penanganan covid-19 Kota Medan, Arjuna Sembiring, mengatakan bahwa penyemprotan cairan disinfektan ini mulai dilakukan dari sejak pagi dengan menyemprot kantor-kantor Pemerintah seperti Kantor OPD-OPD di lingkungan Pemko Medan, Polrestabes Medan, Kodim 0201/BS, DPRD Medan, Bawaslu, dan lainnya.
"Penyemprotan ini akan terus kita lakukan tidak hanya di Kantor Pemerintahan saja tetapi juga pasar-pasar tradisional." katanya.
Selain melakukan penyemprotan, Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Kota Medan juga akan melakukan himbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan kumpul-kumpul di luar rumah.
"Jadi selain menyemprot kita juga akan menghimbau masyarakat agar tidak berkumpul di luar rumah dan menjauhi keramaian," pungkasnya.(cr21/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/renville-psi.jpg)