Harga Emas Merangkak Naik Terpengaruh Pelemahan Rupiah

Harga emas dunia belakangan ini tidak bergerak naik. Justru selama Maret saja, harga emas jatuh bangun bahkan sempat menyentuh $1.472 perons troy.

TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Karyawan Butik Emas LM Medan melayani konsumen dalam membeli dan menjual emas di komplek Centre Point Medan, Jalan Timor Blok M No. 3A, Medan, Sumatera Utara. 

TRI BUN-MEDAN.com,MEDAN - Harga emas dunia belakangan ini tidak bergerak naik. Justru selama Maret saja, harga emas jatuh bangun bahkan sempat menyentuh $1.472 perons troy.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Benjamin Gunawan mengatakan pada tanggal 06 Maret harga emas sempat menyentuh level $1.687 per ons troy. Sedangkan pada 26 Maret 2020 harga emas diperjualbelikan dikisaran harga $1.638 per ons troy.

"Artinya masih lebih rendah dari pekan pertama bulan Maret ini. Tren harga emas sempat terpuruk setelah masyarakat cenderung lebih memilih memegang uang cash ketimbang memegang emas," ujarnya, Kamis (26/3/2020).

Tetapi di pasar domestik, kata Gunawan harga emas trennya justru mengalami kenaikan, bukan sebaliknya.

Bahkan di sejumlah pedagang emas lokal, saat ini emas diperdagangkan dikisaran harga Rp 800 ribu per gramnya.

"Harga tersebut memang benar adanya. Artinya karena mata uang rupiah saat ini diperdagangkan dikisaran Rp 16.300 per US Dolar menyebabkan harga emas itu berada dikisaran Rp 808 ribu per gramnya, artinya memang mengalami kenaikan yang signifikan," katanya.

Tetapi untuk harga emas dunia, harganya masih dikisaran $1.638 per ons troy.

"Saat di tanggal 6 Maret lalu, harga emas dunia dikisaran $1.687 per ons troy, harga emas lokal itu dijual dikisaran Rp 775 ribu. Saat itu, mata uang rupiah terhadap US Dolar diperdagangkan dikisaran Rp 14.250. Artinya sekalipun harga emas dunianya lebih mahal dibandingkan dengan hari ini, namun harga emas lokalnya lebih rendah sekitar Rp 33 ribu per gramnya," katanya.

Hal ini menunjukkan kenaikan harga emas saat ini bukan dikarenakan oleh membaiknya harga emas.

Tetapi lebih dikarenakan oleh memburuknya mata uang rupiah terhadap US Dolar. Di mana Rupiah melemah dari kisaran Rp 14.250 per US Dolar hingga ke level 16.300 pada saat ini.

Ia menyarankan bagi masyarakat yang akan mencairkan emas ataupun investor yang tetap memegang emas untuk harus memantau perkembangan berita mengenai emas.

Dampak Penyebaran Covid-19, SIM Keliling Tutup Sementara Waktu

"Saran saya, masyarakat boleh mencairkan emasnya saat ini. Mengingat harga emas dunia mulai bergerak mendatar dengan kecenderungan turun. Sementara itu, bagi investor yang masih memegang emas jika mau tetap simpan juga boleh," katanya.

Namun menurutnya harus berhati hati dengan perkembangan berita mengenai emas.

Di mana perlu untuk terus melakukan pemantauan terhadap bagaimana corona membentuk harga komoditas serta seberapa parah pengaruhnya terhadap ekonomi global.

"Selain itu investor juga harus cermat dalam melihat perkembangan isu seputar kebijakan suku bunga oleh banyak bank sentral. Karena untuk memerangi corona banyak negara yang menggabungkan kebijakan fiskal maupun moneter dari bank sentralnya. Selama tren suku bunga turun, maka peluang emas untuk naik tetap terbuka," ujarnya.

Sementara harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk pada Kamis (26/3/2020) berada di angka Rp 924.000 per gram.

Angka tersebut naik Rp 5.000 jika dibandingkan sebelumnya.

Sementara itu, harga buyback atau harga yang didapat jika pemegang emas Antam ingin menjual emas batangan tersebut berada di harga Rp 837.000.

Harga tersebut naik Rp 1.000 jika dibandingkan kemarin. (sep/tri bun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved