Lansia Penjual Kopi (70) Ingin Bertemu Ibunya (100), Dagangan Sepi Imbas Covid-19, Diwujudkan Karni

Ia bernama Rubiem (70), merantau ke Jakarta untuk mengadu nasib dengan berjualan kopi di depan LP Cipinang.

Lansia Penjual Kopi (70) Ingin Bertemu Ibunya (100), Dagangan Sepi Imbas Covid-19, Diwujudkan Karni
YouTube/ Indonesia Lawyers Club (ILC)
Rubiem, salah satu pedagang yang kena imbas corona. 

TRI BUN-MEDAN.com - Seorang lansia asal Klaten, Jawa Tengah jadi salah satu korban imbas dari virus corona atau Covid-19.

Ia bernama Rubiem (70), merantau ke Jakarta untuk mengadu nasib dengan berjualan kopi di depan LP Cipinang.

Sebelum virus corona ini merebak dan menjadi epidemi, dagangan Rubiem laris manis hingga menghasilkan Rp 100 ribu/per hari.

Dikutip dari Tribun Jakarta, namun ketika virus asal Wuhan, China ini muncul, pendapatan Rubiem tiap harinya semakin berkurang.

Bahkan ia mengaku dagangannya sepi pembeli karena masyarakat melakukan social distancing.

Awalnya ia bisa menjual hingga 3 renceng kopi. Kini Rubiem hanya bisa menghabiskan 1 renceng kopi yang ia jual seharga Rp 2 ribu/per gelas.

Hal ini diungkapkan Rubiem ketika menjadi bintang tamu di acara Indonesia Lawyers Club, Selasa (24/3/2020).

Mulanya, Karni Ilyas sebagai pembawa acara memperkenalkan lansia bercucu 9 tersebut.

Meggy Wulandari Kempat-kempot Hidupi Anaknya Sampai Saldo ATM Menipis Setelah Cerai dari Kiwil

Tagihan Listrik Rumah Anang Hermansyah buat Sule Terkejut, Ashanty: Makanya Mau Pindah Aja

"Ibu dagang kaki lima di mana?" tanya Karni Ilyas dikutip TribunJakarta.com, Rabu (25/3/2020).

"Dagang kopi di depan LP Cipinang pak, dagang di jalanan," jawab Rubiem terbata.

Halaman
1234
Editor: Azis Husein Hasibuan
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved