Lewat Akun Instagram, Cynthia Bella Beberkan Penyalahgunaan Uang Rp 1,9 Miliar, Begini Penjelasannya

Setelah Irwansyah memberikan pernyataan tertulis secara terbuka tentang kasus dugaan penggelapan uang dengan pelapor Medina Zein.

Tribunnews/Jeprima
Pemain film Laudya Cynthia Bella saat ditemui pada acara peluncuran album Original Soundtrack Surga Yang Tak Dirindukan 2 di KFC Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (27/1/2017). Pada album ini Laudya Cynthia Bella ikut menyumbangkan satu buah lagu duetnya bersama Wafda yang berjudul Surga Yang Kurindukan. 

Lewat Akun Instagram, Cynthia Bella Beberkan Penyalahgunaan Uang Rp 1,9 Miliar, Begini Penjelasannya

TR IBUN-MEDAN.com - Setelah Irwansyah memberikan pernyataan tertulis secara terbuka tentang kasus dugaan penggelapan uang dengan pelapor Medina Zein.

Kini, giliran artis Laudya Cynthia Bella memberikan pernyataan terkait kasus yang juga menyeret namanya tersebut.

Lewat Instagram Story miliknya, artis dan juga komisaris utama Bandung Makuta ini memberikan penjelasan terkait kecurigaan Medina Zein atas dugaan penyalahgunaan uang sebesar Rp 1,9 miliar oleh Irwansyah.

Tak jauh berbeda dengan pernyataan Irwansyah, Bella juga mengatakan bahwa keputusan memberikan fee manajemen PT Jcorp Berkah adalah hasil kesepakatan bersama yang juga dihadiri oleh Medina Zein.

"Di dalam telegram group, semua pemilik saham ada, termasuk Irwansyah dan Mba Medina. Saya tidak melihat ada protes atau penolakan dari pemegang saham atas laporan yang dibuat oleh Direktur melalui telegram chat grup," tulis Bella di akun @laudyacynthiabella.

Bella juga menegaskan Medina Zein setuju dengan hasil rapat tanggal 23 Desember 2017. Tetapi, karena harus meninggalkan rapat sebelum selesai, Medina mengirimkan pesan lewat chat di telegram group.

"Mba Medina tidak mengatakan tidak setuju," tulis Laudya Cynthia Bella.

Bahkan, menurut Bella, guna mencegah agar tak semakin simpang siur, para pemegang saham akhirnya menggelar Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 19 Desember 2019 untuk mengklarifikasi persoalan itu.

Sayangnya, Medina Zein tetap tidak hadir. Padahal, RUPS seharusnya dilaksanakan tanggal 22 November 2019, dan diundur karena ada pernyataan keberatan dari Medina jika RUPS digelar tanggal 22 November 2019.

Namun, rapat akhirnya tetap berjalan tanpa dihadiri Medina Zein. Tetapi, dengan pemilik saham yang hadir sebanyak 80 persen.

"Seluruh pemegang saham masih konsisten dengan keputusan hasil rapat tanggal 23 Desember 2017," tulis Laudya Cynthia Bella.

Diberitakan sebelumnya, Bandung Makuta bukan hanya milik Medina Zein, tapi dimiliki oleh beberapa orang dengan besaran saham beragam.

Mereka adalah Laudya Cynthia Bella dengan kepemilikan saham 30 persen, Irwansyah 20 persen, Hafiz Khairul Rijal 20 persen, Medina Susani atau Medina Zein sebesar 20 persen, Zaskia Sungkar sebesar 9 persen, dan Fitri Olid Joanda sebesar 1 persen.

Gara-gara Video Hubungan Intim di Kamar Hotel Tersebar, Dua Pramugari Saling Lapor ke Polisi

CHIEF GOJEK Nila Marita: GoJek Hanya Memberikan Bantuan Pendapatan pada Driver yang Positif Covid-19

UPDATE Total Pasien Virus Corona di Indonesia, Di Sumut Jumlah ODP Covid-19 Berkurang 58,9 Persen

Tangisan Perawat yang Menangani Pasien Corona yang Awalnya Bergaji Rp 750 Ribu, Kini Rp 1,2 Juta

Artikel ini sudah tayang di kompas.com dengan judul Laudya Cynthia Bella Buka Suara soal Kasus Dugaan Penggelapan Rp 1,9 M, Katanya...

Editor: jefrisusetio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved