Pandemi Covid-19 Ancam Pelaksanaan PON Papua 2020, Ini Kata Pelatih Taekwondo Sumut

Pandemi Covid-19 Ancam Pelaksanaan PON Papua 2020, Ini Kata Pelatih Taekwondo Sumut

Tribun-Medan.com/Ist
Pelatih Basuki dan Taekwondoin Sumut Opie Danena Ginting (dua, kiri) usai merayakan juara di Pra-PON 2019 yang digelar di Indoor Stadium Sport Center, Tangerang. 

Laporan Wartawan Tri bun Medan, Chandra Simarmata

TRI BUN-MEDAN.COM, MEDAN - Maraknya virus corona (Covid-19) di berbagai negara, termasuk Indonesia, membuat sejumlah event besar terancam batal digelar sesuai jadwal. Satu di antaranya ajang bergengsi Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua.

Sebelumnya Wakil Presiden Ma'ruf Amin juga sempat mengatakan, penyelenggaran PON XX yang rencananya akan digelar di Papua bulan Oktober mendatang kemungkinan besar akan ditunda. Namun, penundaan tersebut akan dilakukan jika penyebaran virus corona semakin mengancam Indonesia, termasuk Papua.

Menanggapi persoalan tersebut, pelatih taekwondo Sumut Basuki Nugroho turut menyikapi positif wacana pengunduran PON jika covid-19 semakin menjadu ancaman.

Menurutnya, meski PON merupakan event penting, namun ada yang lebih penting yakni keselamatan masyarakat di tengah pandemi virus corona yang melanda.

“Informasi itu kan belum valid juga (belum ada putusan). Ya sebenarnya PON ini penting, tapi ada yang jauh lebih penting. Kehidupan ini gak ini aja, kalau menurut saya kalau memang harus diundur sampai tahun depan ya gak apa-apa juga. Artinya demi keselamatan orang banyak, dari pada dipaksakan," ujarnya, Minggu (29/3/2020).

Peraih emas SEA Games 2011 ini tak menampik, dampak wabah virus corona juga turut menghambat persiapan maksimal para atlet menuju PON Papua.

Selain program pelatda yang berjalan kurang maksimal, seluruh try out ke luar negeri juga terancam ditiadakan karena sejumlah negara memberlakukan lock down.

"Artinya kalaupun diundur persiapannya harus lebih matang kan. Dari pada juga harus dipaksakan bulan Oktober dengan kondisi di mana-mana latihan gak boleh. Kita mau try out ke Korea dan negara lain gak bisa, Repot. Mundur lebih baik lah apalagi melihat perkembangan virus corona akhir-akhir ini,” kata Basuki.

Lebih lanjut, Basuki mengatakan, situasi saat ini memang belum bisa diprediksi. Apalagi saat ini pemerintah masih berusaha mengatasi bencana virus corona tersebut. Karena itu jika PON harus diundur, menurutnya tentu hal itu sudah berdasarkan pembahasan yang matang di tingkat pusat.

"Kita gak tau juga perkembangan soal virus ini nanti bagaimana. Kalau memang harus diundur, pasti kebijakan itu melalui pembahasan yang matang kan. Kalaupun diundur gak ada masalah. Tinggal bagaimana kita bersikap positif saja," pungkasnya.

(Can/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved