Sejumlah Hotel di Medan Tutup demi Cegah Penyebaran Covid-19, Ini Tanggapan Asosiasi Pengusaha

Sejumlah hotel di Kota Medan berhenti beroperasi sementara waktu untuk pencegahan penyebaran pandemi Virus Corona atau Covid-19.

Tribun-Medan.com
Hotel Garuda Plaza Medan 

Laporan Wartawan Tri bun Medan/Natalin

TRI BUN-MEDAN.COM, MEDAN - Sejumlah hotel di Kota Medan berhenti beroperasi sementara waktu untuk pencegahan penyebaran pandemi virus Corona atau Covid-19.

Setidaknya ada dua hotel yang menutup seluruh kegiatan operasional, yakni Fave Hotel S Parman Medan, yang tutup mulai 26 Maret hingga 30 April 2020 mendatang, dan Hotel Garuda Plaza Medan yang juga melakukan penutupan sementara operasional hotel terhitung mulai tanggal 1 April 2020 mendatang.

"Cherry Hotel Grup sebagian juga tutup karena tingkat okupansi rendah dan tidak menutup biaya operasional," ujar Wakil Ketua Umum Japnas (Jaringan Pengusaha Nasional) Sumatera Utara (Sumut) bidang Keuangan, Pasar Modal, dan Pengembangan Investasi sekaligus pelaku usaha perhotelan, Ferry Dika Wardhana Erwan, Minggu (29/3/2020).

Ia mengatakan, okupansi hotel di bawah 10 persen dalam seminggu terakhir. Diakuinya, tamu takut menginap di hotel dan event-event banyak yang batal.

"Efek dominonya ke perusahaan-perusahaan supplier hotel juga terganggu seperti laundry dan food and beverage. Apalagi yang masih punya kredit, kami butuh keringanan," ujar Ferry.

Ia mengaku, saat ini para pengusaha sedang cemas dan menebak-nebak apa yang akan terjadi besok, minggu depan, bulan depan, atau tahun depan. Begitu juga karyawan yang dirumahkan.

"Seharusnya tidak terjadi kalau ada solusi lain, misalnya kita lockdown serempak selama dua minggu. Tamu-tamu hotel juga isolasi diri di dalam kamar dan disubsidi pemerintah. Lewat dua minggu tidak ada subsidi, jadi karyawan masih bisa tetap bekerja. Beberapa negara ada yang melakukan kebijakan tersebut," ujarnya.

Kata Ferry, untuk karyawan yang dirumahkan juga bisa disubsidi gajinya oleh pemerintah, dengan komitmen harus benar-benar di rumah selama dua minggu.

"Kalau sebagian-sebagian gini bisa saja berpindah kan. Yang dikhawatirkan dengan lockdown gini pada mudik dan bisa jadi bawa virus ke kampung halamannya," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved