Tak Mau Berat Badan Naik, Atlet Eko Sahputra Tetap Berlatih Meski Pelatnas Asean Para Games Libur

Atlet cabang olahraga atletik National Paralympic Committee (NPC) Sumut Eko Sahputra tetap rutin berlatih meski pelatnas dihentikan

Tribun Medan /Chandra Simarmata
Eko Sahputra, atlet atletik NPC Sumut meraih medali perak nomor lari 200 m dan perunggu di nomor 100 meter saat berlaga di ajang grand prix di Tunisia 2019. 

Laporan Wartawan Tri bun Medan, Chandra Simarmata

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Atlet cabang olahraga atletik National Paralympic Committee (NPC) Sumut Eko Sahputra tetap rutin berlatih meski pelatnas persiapan Asean Para Games (APG) 2020 di Filipina tengah dihentikan sementara.

Eko yang juga atlet nasional ini mengatakan selama libur pelatnas, dirinya berlatih di daerahnya yakni Tanah Karo untuk sementara waktu.

Apalagi selain persiapan APG juga tengah bersiap untuk berlaga di ajang lainnya yakni Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua 2020.

Karenanya, Eko harus tetap berlatih meski porsi dan intensitasnya berkurang dan tidak seperti saat menjalani pelatnas di Solo, Jawa Tengah.

"Saya sudah kembali ke Tanah Karo, jadi latihan tetap saya lakukan di daerah. Karena kan targetnya APG dan Peparnas juga. Lagi pula virus corona ini bahaya untuk atlet sehingga diistirahatkan untuk tetap latihan di rumah. Jadwal ASEAN Para games sudah ditentukan fix bulan Oktober. Sebagian juga kan persiapan pelatda untuk Peparnas,” ujarnya, Minggu (29/3/2020).

Eko menuturkan tetap rutin menjalani latihan agar kondisi dan staminanya tidak menurun. Usai kembali dari Solo beberapa hari lalu, peraih perak Asian Para Games 2018 ini berlatih di Lapangan Samura Kabupaten Karo.

Latihan seperti joging dinilai wajib agar otot tubuh tetap stabil. Ini juga menghindarkan diri dari kegemukan yang bisa berpengaruh pada performanya.

“Joging di depan stadion Samura dan depan rumah ada halaman. Jadi latihan sendiri dulu, karena harus latihan. Bagaimanapun tetap jaga kondisi badan. Takutnya berat badan langsung melonjak. Minimal latihan joging 15 menit, kemudian pemanasan, drill, dan latihan teknik, sudah. Terutama penting menstabilkan otot saja supaya tidak longgar,” terangnya.

Eko tak menampik, maraknya virus corona turut membuat dirinya takut saat keluar rumah dan mau latihan. Namun, menurutnya, yang penting sehabis menyentuh sesuatu harus tetap mencuci tangan.

Tak hanya itu, Eko mengatakan, selain tetap menerapkan anjuran pemerintah untuk menerapkan social distancing, Eko juga berniat datang ke rumah sakit rujukan di Kabupaten Karo, dalam rangka mengecek kondisi kesehatan.

Dia menilai, antisipasi dini lebih baik daripada mengobati setelah dinyatakan positif virus Corona.

“Bulan Agutus infonya balik ke pelatnas, tapi belum tahu juga lihat kondisi negara. Apalagi di Solo zona merah. Alhamdulillah, sehat usai balik dari Solo. Tapi, ini tetap di rumah sambil latihan joging. Aku juga ingin periksa (tes), takutnya ada apa-apa, karena ada orang yang gak ada demam dan batuk dan pilek tiba-tiba positif Corona," tutupnya.

(Can/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved