AKHIRNYA Terkuak Motif di Balik Tewasnya Polisi Berpangkar Brigadir, Hasil Pemeriksaan 11 Saksi

Sejurus kemudian, korban terkapar berlumuran darah, dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Putri Hijau namun nyawa korban tidak tertolong.

TRIBUN MEDAN/HO
JENAZAH Bripda DS dibawa ke rumah sakit pascakejadian, Minggu (29/3/2020). #AKHIRNYA Terkuak Motif di Balik Tewasnya Polisi Berpangkar Brigadir, Hasil Pemeriksaan 11 Saksi 

TRIBUN-MEDAN.com - Anggota Sabhara Polrestabes Medan tewas bersimbah darah di dalam barak Sat Sabhara Polrestabes Medan Jalan Putri Hijau, Medan pada Sabtu (28/3/2020) lalu.

Dari hasil pemeriksaan, terkuak bahwa korban meninggal karena tertembak oleh rekannya sendiri, Bripda KHN.

Petaka, ketika pelatuk ditarik tiba tiba suara ledakan keras terjadi.

Sejurus kemudian, korban terkapar berlumuran darah, dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Putri Hijau namun nyawa korban tidak tertolong.

Terkait peristiwa tersebut, Sat Reskrim Polrestabes Medan menetapkan satu orang tersangka terkait dengan tewasnya Bripda DS (21) yang tertembak pistol Glock.

Seperti yang diketahui, Bripda KHN yang juga anggota Polri merupakan teman korban.

Dari informasi yang dihimpun pada Selasa (31/3/2020), tersangka diduga tidak sengaja menembak korban karena mengira senjatanya tidak berisi peluru.

Kapolrestabes, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir didampingi Kasat Reskrim, AKBP Maringan Simanjuntak saat memberikan keterangan pers, mengatakan bahwa pihaknya menetapkan satu orang tersangka.

"Sejauh ini kita sudah melakukan penyidikan dan menetapkan 1 tersangka, Bripda KHN. Sejauh ini ada 11 saksi yang telah dimintai keterangan," katanya.

Lebih lanjut dijelaskan Kapolrestabes Medan, bahwa pihaknya dalam hal ini penyidik, telah melaksanakan prarekonstruksi.

Halaman
1234
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved