Pelanggan PDAM Tirta Deli Berharap Masalah Air Bisa Secepatnya Teratasi

Pelanggan PDAM Tirta Deli mendengar kabar kalau air bisa macet karena Sungai Ular kering

TRIBUN MEDAN/INDRA
KANTOR PDAM Titrta Deli di Lubukpakam. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Pelanggan PDAM Tirta Deli berharap agar manajemen bisa secepatnya memulihkan keadaan yang terjadi sehingga kebutuhan air bersih bisa terpenuhi.

Dikatakannya, sudah dua hari ini pelanggan merasakan kesulitan air.

Meski ada yang mengaku tahu suplai air bersih bisa terganggu karena debit air sungai ular yang menurun, namun ada juga yang tidak tahu.

"Sudah dua hari jugalah kesusahan air kita ini. Airnya hidup hanya satu jam aja itupun jam 01.00 malam. Ada juga dengar kabar kalau air bisa seperti ini karena Sungai Ular kering katanya. Tapi intinya kita berharapnya kalau bisa air bisa lancar lagi lah," ujar Fikri, pelanggan dari Desa Bakaran Batu Lubukpakam Selasa, (31/3/2020).

Fikri mengatakan, untuk kebutuhan sehari-hari mereka harus bisa berhemat air.

Untuk kebutuhan buang air besar disebut kelurganya pun harus menumpang ke rumah kerabat yang memang memanfaatkan sumur untuk kebutuhan sehari-hari.

Diharapkan karena masalah debit air Sungai Ular yang bukan baru kali ini saja terjadi diharapkan agar manajemen juga bisa mencari solusi.

"Ya jangan sampai lama kalilah seperti ini kondisinya. Susah mau apa-apa kita. Kalau untuk masak bisalah karena selalunya tiap malam kita tampung airnya. Kalau untuk buang air ini kan harus banyak air yang dibutuhkan," kata Fikri.

Pelanggan PDAM Mengeluh Terus, Direktur Tirta Deli Sebut Ada Kebocoran

Direktur PDAM Tirta Deli, Batara Imbrahdjaya Nasution menjelaskan pelanggan yang merasakan dampak dari menurunnya debit air Sungai Ular ini adalah Kecamatan Lubukpakam dan Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai.

Dia berpendapat kondisi ini bisa terjadi arena di daerah Gunung atau hulu Sungai Ular tidak pernah turun hujan sudah beberapa Minggu.

Sungai ular sendiri disebut merupakan salah satu sumber air yang selama ini dimanfaatkan oleh Tirta Deli.

"Saat ini produksi air berkurang karena surutnya permukaan air sungai ular dalam beberapa hari ini dan terus berlangsung sampai dengan hari ini. Surutnya air sungai mengakibatkan pompa-pompa produksi tidak dapat bekerja optimal sehingga distribusi air ke pelanggan menjadi terbatas hanya 65 persen dari distribusi normal. Ya kurang lebih ada 9 ribuan pelanggan juga di Perbaungan dan Lubukpakam. Kita mohon maaf jugalah atas ketidaknyamanan akan suplai air tersebut yang tentunya mempengaruhi pemakaian air oleh pelanggan," ucap Batara Selasa, (31/3/2020).(dra/tri bun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved