Pelatih Kiper PSMS Muhammad Halim Sibuk Garap Ladang Kakao dan Kolam Ikan
Pelatih kiper PSMS, Muhammad Halim, tidak kekurangan pekerjaan meskipun Liga 2 diberhentikan sementara.
TRIBUN-MEDAN.com - Pelatih kiper PSMS, Muhammad Halim, tidak kekurangan pekerjaan meskipun Liga 2 diberhentikan sementara.
Pelatih berusia 46 tahun ini menggarap ladangnya di Patumbak, Deliserdang.
"Saya membersihkan ladang kakao yang sudah mulai banyak semak. Selain itu juga mengurus kolam ikan karena enggak ada yang urus," ujarnya, Senin (30/3/2020).
Ayah dua anak ini juga menuturkan, sebagai pelatih, di tengah libur konpetisi saat ini, dirinya tetap berolahraga.
Selain berladang, untuk menjaga stamina dia juga manfaatkan waktu berlatih sepak bola dengan sang anak.
"Sesekali latihan sepak bola juga dengan anak. Latihan sebagai kiper juga," terangnya.
Halim mengatakan, wabah Covid-19 membuat resah. Ia pun setuju dengan penghentian sementara Liga 1 dan Liga 2.
"Harapannya wabah corona ini segera berakhir dan kompetisi dapat dilanjutkan kembali. Ini harapan banyak orang juga," ujarnya.
Halim adalah pelatih kiper yang direkrut untuk menggantikan Sahari Gultom. Setelah bergabung dengan PSMS, ia pun melepas jabatannya sebagai pelatih kiper tim PON Sumut. (can)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pelatih-kiper-psms-medan-muhammad-halim.jpg)