PSMS Tak Kaku, Pemain Bergaji Rp5 Juta Dipotong Lebih Sedikit

Manajemen PSMS Medan mengikuti keputusan PSSI yang mewajibkan setiap klub Liga 1 dan Liga 2 membayarkan 25 persen gaji para pemain yang dirumahkan.

TRIBUN-MEDAN.com/Ilham Fazrir Harahap
PSMS Medan resmi memperkenalkan jersey terbarunya untuk bertarung di Liga 2 2020 pada launching tim di Focal Point, Jumat (13/3/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com - Manajemen PSMS Medan mengikuti keputusan PSSI yang mewajibkan setiap klub Liga 1 dan Liga 2 membayarkan 25 persen gaji para pemain yang dirumahkan.

"Jadi internal kami (manajemen) sudah rapat membahas itu. Intinya sepakat dengan surat keputusan PSSI soal gaji pemain yang 25 persen," ujar Sekretaris Umum PSMS Julius Raja, Senin (30/3/2020) sore.

Namun, kata Julius, manajemen tetap punya kebijakan khusus bagi para pemain yang gajinya tidak terlalu tinggi.

Ia mencontohkan, seorang pemain yang gajinya Rp 7 juta sebulan, berarti 25 persen hanya akan menerima sekitar Rp 1,7 juta mulai April hingga Juni.

"Tentu itu kan enggak cukup," imbuhnya.

Untuk pemain yang gajinya tidak tinggi, manajemen memutuskan akan memotong gaji lebih sedikit.

Dia mencontohkan jika dari 25 persen para pemain mendapat gaji di bawah Rp 2 juta maka, manajemen PSMS punya kebijakan menambah jumlah gaji tersebut menjadi Rp 2 juta-Rp 2,5 juta.

"Ada juga (kebijakan) penyesuaian gaji, mana tahu ada yang kecil (dapat gajinya). Yang di bawah Rp 5 juta, kami sesuaikanlah. Termasuk kitman dan masseur (pemijat). Artinya kalau gaji sudah besar dan sudah mencukupi ya sudah enggak lagi. Tapi kalau minim karena terpotong 75 persen itu manajemen berpikir ulang sebagai rasa kemanusiaan," terangnya.

Lebih lanjut, kata Julius, kebijakan ini sengaja diambil agar kebutuhan para pemain tetap bisa tercukupi di tengah kompetisi yang masih libur saat ini. Apalagi kata Julius sejumlah penggawa PSMS juga ada yang sudah berkeluarga dan harus memenuhi kebutuhan anak dan istrinya.

"Artinya, manajemen tidak kaku sekali di situ (kebijakan 25 persen). Malah kalau kita bandingkan dengan klub lain ada yang lebih parah, ada yang 5 persen, 15 persen. Yang penting (soal gaji), PSMS tetap kooperatif dan mau ikut bagaimana pemain ini supaya bagus dan ke depan lebih kompak," pungkasnya.

Halaman
12
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved