300 Orang Tewas dan Seribu Keracunan imbas Konsumsi Metanol, Semula Diyakini Bisa Lawan Virus Corona

Kabar palsu tentang obat virus corona menyebar di media sosial. Ketika dibeli dan dikonsumsi, nyawa jadi taruhannya

TribunNewsmaker.com Kolase/ dreamerb/Shutterstock/Hollywoodreporter.com
Ilustrasi virus (TribunNewsmaker.com Kolase/ dreamerb/Shutterstock/Hollywoodreporter.com) 

Video yang ditayangkan media setempat menunjukkan pasien dengan infus di lengan mereka.

Mereka terlihat terbaring di ranjang rumah sakit yang lebih dibutuhkan bagi pasien virus corona.

TRI BUN-MEDAN.com - Hampir 300 orang di Iran dilaporkan tewas setelah meminum metanol.

Ratusan orang itu mengira, bahan tersebut bisa mengobati virus corona.

Seperti diketahui, minuman keras dilarang di negara tersebut. 

 

Karena itu, jika orang yang menginginkannya, mereka harus mendapatkannya secara ilegal.

Kabar palsu tentang obat virus corona menyebar di media sosial seantero Iran.

Informasi ini beredar di tengah anggapan pemerintah meremehkan wabah ini sebelum menyebar.

Ilustrasi virus
Ilustrasi virus (TribunNewsmaker.com Kolase/ dreamerb/Shutterstock/Hollywoodreporter.com)

Dr Knut Erik Hovda yang mempelajari metanol mengatakan, dia mengkhawatirkan wabah di sana jauh lebih buruk dari yang diberitakan.

Dilansir Daily Mirror Senin (30/5/2020), Hovda berujar dengan virus yang semakin menyebar, publik setempat tidak menyadari ada bahaya lain yang mengintai.

Halaman
123
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved