Datangi Kantor Lurah, Warga Tegal Sari Mandala Daftarkan Diri Dapat Bantuan Terdampak Covid 19

Penerima bantuan harus memenuhi beberapa kriteria seperti berasal dari Keluarga kurang mampu, tapi bukan keluarga penerima bantuan sembako

TRIBUN MEDAN/GITA
SEJUMLAH warga Tegal Sari Mandala (TSM) III Kecamatan Medan Denai mendatangi kantor lurah, Kamis (2/4/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Sejumlah warga Tegal Sari Mandala (TSM) III Kecamatan Medan Denai mendatangi kantor lurah setempat, Kamis (2/4/2020).

Sejumlah warga tersebut mengaku datang ke kantor lurah guna didata untuk mendapat bantuan berupa sembako.

Sejumlah warga tersebut merupakan warga yang terdampak diberlakukannya Work From Home (WFH) guna menanggulangi pandemi Covid-19 di kota Medan.

Lurah Tegal Sari Mandala III Muhammad Rizki Matondang menjelaskan, bantuan ini merupakan arahan dari Dinas Sosial.

Ia mengatakan seharusnya masyarakat tidak perlu berbondong-bondong ke kantor lurah, sebab pendataan warga yang berhak mendapatkan bantuan sudah diarahkan ke Kepling masing-masing.

"Kemarin itu ada arahan dari pimpinan lalu kecamatan menyarankan kepada kepling untuk mendata warga yang terdampak Covid-19, namun karena kurangnya koordinasi diantara kepling dan warga membuat warga berbondong-bondong datang ke kantor lurah," ujarnya.

Ia mengatakan program bantuan sosial tersebut tidak boleh diberikan ke sembarang warga, sebab ia menerima perintah bahwa yang menerima bantuan harus memenuhi beberapa kriteria seperti berasal dari Keluarga kurang mampu, tapi bukan keluarga penerima bantuan sembako atau pun Program Keluarga Harapan (PKH)

Diprioritaskan Keluarga kurang mampu yang berstatus ODP maupun PDP, keluarga yang kurang mampu yang berada di sekitar ODP atau PDP, Kepala keluarga yang tidak memiliki penghasilan per bulan (gaji harian atau tidak menentu) serta bukan pegawai atau honor yang mendapatkan penghasilan dari Pemerintah.

"Kalau dia misalnya warga kurang mampu pun tapi dia sudah dapat bantuan PKH dia tidak masuk. Yang berhak menerima itu, yang kerjanya tidak jelas penghasilannya seperti ojek online. Atau misalnya dia bekerja di toko lalu tokonya tutup, pekerja bangunan dan developer yang berhenti karena Corona. Pokoknya orang-orang yang tidak bisa bekerja karena Corona," katanya.

SOCIAL DISTANCING, Wakapolri Eddy Pramono Hadir di Pernikahan Kapolsek Kembangan & Selebgram Cantik

Rizki mengatakan, ia belum tau pasti bentuk bantuan seperti apa yang akan diterima oleh warga. Namun informasi yang beredar kemungkinan besar akan diberi sembako.

"Saya juga belum tahu pasti jenis bantuannya. Tapi kalau informasi yang saya baca katanya beras, namun saya juga belum tahu pasti apakah beras saja atau ada sembako yang lain," katanya.

Ia menjelaskan banhwa prosedur yang dikirim yakni pihak Kelurahan mengirim ke Kecamatan, lalu kecamatan nanti akan mengirim data tersebut ke dinas sosial untuk pembagian bantuan.

"Kita kemarin sore dapat informasi dari pimpinan supaya mengumpulkan kepling untuk mengambil data, semalam saya jumpai kepling saya kasih pengarahan dan kategori apa saja yang bisa nerima, eh tahunya saya lihat masyarakat kok menyerbu kantor lurah mungkin karena lurus tidak di rumah atau apalah," katanya.

Saat ditanya apakah pendataan hanya dilakukan dalam waktu setengah hari saja, atau akan dilanjutkan gelombang ke dua di hari berikutnya, Rizki mengaku belum mengetahui informasi lebih lanjut.

Ia mengatakan untuk saat ini baru menerima instruksi tersebut.

"Terkait Apakah hanya satu gelombang ini saja (pendataannya) ini belum ada informasi masih ini masih proses pengambilan data," pungkasnya.(cr21/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved