Inilah Penyebab Pasien yang Terjangkit Covid-19 Banyak yang Meninggal

Kesiapan dalam mengidentifikasi sindrom badai sitokin ini dapat membantu mengurangi jumlah kematian secara signifikan dari Covid-19.

VOA Indonesia
Para petugas memakamkan jenazah wartawan Abdollah Zavieh, yang meninggal karena virus corona (COVID-19), di pemakaman Behesht Zahra di Teheran, Iran, 24 Maret 2020. 

Inilah Penyebab Pasien yang Terjangkit Covid-19 Banyak yang Meninggal

TRIBUN-MEDAN.com - Jumlah pasien yang meninggal akibat infeksi virus corona di dunia terus bertambah, termasuk di Indonesia dengan angka kematian karena Covid-19 hingga 157 kasus.

Wabah yang pertama kali muncul di Wuhan, China telah membuat ribuan orang di negara tersebut meninggal akibat virus corona, SARS-CoV-2.

Menurut para ahli kesehatan dunia, tingginya angka kematian di sejumlah negara episentrum virus corona, kemungkinan subkelompok pasien dengan Covid-19 yang parah memiliki sindrom badai sitokin (cytokine storm syndrome).

Melansir Vox, Kamis (2/4/2020), sejumlah studi penting yang dilakukan di China menyebutkan, pasien yang meninggal karena Covid-19, bisa jadi disebabkan oleh sistem kekebalan mereka sendiri.

Kematian akibat Covid-19, bukan dari virus itu sendiri, tetapi akibat dari sindrom badai sitokin.

Beredar Video Menhub Budi Karya Sumadi Berseru Allahu Akbar, Suara Terdengar Berat dan Sesak

Sepekan Sudah Skuat PSMS Diliburkan, Eki Fauzi Rindu Suasana Latihan Becandaan dengan Kit Man

Bagaimana badai sitokin ini dapat menyebabkan kematian pada pasien Covid-19?

Selama badai sitokin, respons imun tubuh yang berlebihan dapat merusak jaringan organ paru yang sehat. Ini menyebabkan gangguan pernapasan akut dan kegagalan multi-organ.

Apabila tidak segera diobati, sindrom badai sitokin ini dapat berakibat fatal pada pasien Covid-19.

Pasien dalam penelitian lain setelah terinfeksi virus corona kemudian mengembangkan sindrom badai sitokin di tubuhnya, ternyata ironisnya memiliki cacat kekebalan genetik.

Halaman
12
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved