Mahasiswa asal Australia Diancam Eksekusi Regu Tembak oleh Korea Utara

Sigley, mahasiswa Sastra Modern Korea di Universitas Kim Il Sung di Pyongyang, pernah dinyatakan hilang pada Juni.

(AFP/KCNA VIA KNS/STR)
Foto tak bertanggal yang dirilis media Korea Utara KCNA pada 4 Desember 2019 memperlihatkan Kim Jong Un (tengah) menunggangi kuda putih berlapis emas ketika berkunjung ke Gunung Keramat Paektu. 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang mahasiswa Australia yang ditangkap dan diusir dari Korea Utara karena memata-matai pada tahun lalu diancam dengan eksekusi regu tembak.

Dia bahkan mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump bahkan tidak bisa menyelamatkan dirinya.

Dilansir dari AFP, di antara tindak kriminal yang dituduhkan kepada dirinya, salah satunya adalah tindakan Alek Sigley (30) yang mengunggah foto kendaraan militer tank mainan di Instagram.

Interogatornya mengatakan bahwa Sigley adalah mata-mata (spionase).

Sigley, mahasiswa Sastra Modern Korea di Universitas Kim Il Sung di Pyongyang, pernah dinyatakan hilang pada Juni.

Hilangnya Sigley memicu peringatan internasional kepada Korea Utara.

Sigley fasih dalam bahasa Korea. Dia telah menulis banyak artikel untuk beberapa publikasi.

Selain itu, Sigley juga mengunggah konten apolitis di sosial media tentang kehidupan sehari-harinya di salah satu negara paling rahasia di dunia.

Dia ditahan di universitasnya dan dibawa ke tempat interogasi menggunakan mobil Mercedes-Benz yang plat mobilnya ditutup plastik hitam.

Pernah suatu ketika, Sigley yang menulis dalam kolom yang diterbitkan Guardian pada suatu hari Rabu mendapatkan teriakan dari seorang pria Korea Utara.

Halaman
123
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved