Breaking News:

Kasus Baru Corona di Sumut

Tim Gugus Tugas Covid-19 Medan Sudah Klaim Rp 36 Miliar, Ini Kata DPRD

Pemerintahan Kota (Pemko) Medan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 100 miliar untuk menanggulangi pandemi Covid-19.

TRIBUN MEDAN/GITA
WAKIL Ketua DPRD Kota Medan, Rajuddin Sagala 

TRI BUN-MEDAN.com - Pemerintahan Kota (Pemko) Medan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 100 miliar untuk menanggulangi pandemi Covid-19.

Dari angka tersebut, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengklaim penggunaan dana sebesar Rp 36 miliar sejak dibentuk 17 Maret lalu.

Wakil Ketua DPRD Medan Rajuddin Sagala menjelaskan, informasi tersebut didapat saat melaksanakan rapat bersama unsur pimpinan DPRD Medan dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) serta Tim Gugus Percepatan Penanganan Virus Corona di Hotel Aryaduta Medan, Senin, (30/3/ 2020) lalu.

"Uang Rp 36 miliar itu belum habis. Itu dana yang mereka klaim. Itu kan ada namanya dana taktis, kalau misalnya ada suatu waktu-waktu yang meninggal lalu dikuburkan biayanya kan nggak mungkin dari situ, diajukan lagi ke Pemko. Sementara yang meninggal sudah harus dikuburkan, makanya diambil dulu oleh gugus tugas untuk berjaga-jaga, termasuk pembelian APD nggak mungkin begitu beli uangnya langsung hari ini keluar, sementara saat ini barangnya kan cukup sulit ditemukan," katanya, Jumat (2/4/2020).

Ia menjelaskan bahwa dalam rapat tersebut, Gugus Tugas mengaku belum menghabiskan dana Rp 36 miliar tersebut.

Nantinya dalam beberapa hari ke depan Gugus Tugas akan menyusun laporan keuangan tentang penggunaan dana sudah dialokasikan.

"Nanti mereka membuat laporan penggunaan uang itu sudah ke mana saja, sesuai dengan perencanaan yang sudah mereka lakukan. Ketika mereka ajukan perencanaan ya belum tentu habis untuk bulan ini ataupun bahkan bulan depan, menyesuaikan dengan kejadian di lapangan. Tapi yang jelas dana stand by di mereka itu Rp 36 miliar, bukan berarti sekarang sudah habis," katanya.

Ia menjelaskan bahwa informasi terkait Gugus Tugas yang menghabiskan dana Rp 36 miliar dalam waktu 13 hari adalah info yang keliru.

Sebab, jika dana sudah habis maka otomatis Gugus Tugas akan melakukan pengajuan dana kembali.

Sementara saat rapat berlangsung mereka mengaku dana tersebut belum habis sehingga belum dilakukan lagi pengajuan dana.

Rajuddin menambahkan, dalam rapat tersebut yang paling banyak membutuhkan dana adalah Dinas Kesehatan yang mencapai angka Rp 27 miliar.

Namun dana tersebut belum seluruhnya diteken. Selain itu sebagian besar dana juga diperuntukkan untuk kelengkapan alat medis seperti APD, obat-obat serta biaya pasien yang berstatus ODP, PDP, hingga positif Covid-19 di Medan.

"Rp 27 miliar untuk Dinas Kesehatan sudah diajukan, tapi belum diteken semua. Pencairan itu kan harus ada semacam proposal ke mana saja peruntukannya walaupun nanti detailnya itu akan diberikan setelah digunakan. Ini kan menggunakan uang rakyat, supaya pertanggungjawaban uang yaitu jelas," katanya.

Selain itu, kata Rajuddin, sesuai dengan Perwal yang ada, dana juga dikeluarkan bagi ODP kurang mampu yang tidak diperbolehkan keluar selama 14 hari untuk mencari nafkah. ODP itu akan diberi Rp 40 ribu untuk biaya makan sehari-hari.

Hingga saat ini info terbaru kasus Covid-19 di Medan tercatat ODP berjumlah 495, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 58 orang, Positif Covid-19 sebanyak 5 orang, meninggal positif Covid-19 sebanyak 1, dan PDP meninggal 3 orang.

"Secara detailnya sudah ada dirapatkan ke mana dananya, dan secara umum untuk APD, obat-obatan dan juga untuk peralatan medis termasuk juga untuk orang yang sudah OPD dan PDP. Kan dipantau juga jangan sampai dia berkeliaran kemana-mana, makanya dia harus stay 14 Hari dan kalau dia orang nggak mampu dia, dikasih uang makan oleh gugus tugas sesuai dengan perwal yaitu Rp 40.000 per orang. Nah, jadi uang itu sebagian ke situlah penggunaannya," tutur Rajuddin.

Selain itu, katanya untuk penguburan pasien positif Covid-19 juga menguras biaya yang cukup mahal. Selain harga lahan yang mahal, juga perlu persiapan dan tim khusus yang sudah dilatih untuk menguburkan.

"Biaya penguburan positif Covid-19 cukup tinggi, bisa sampai 5 juta," katanya.

(cr21/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved