Terkini Tanggap Darurat Corona di Sumut

Warga Tutup Akses Masuk Kompleks Taman Wisata Iman, Tolak Jadi Rumah Singgah ODP Covid-19

Warga menutup akses masuk kompleks Taman Wisata Iman (TWI) Kabupaten Dairi, Kecamatan Sitinjo, Sabtu (4/4/2020).

Penulis: Dohu Lase | Editor: Salomo Tarigan
(TRIBUN MEDAN / DOHU LASE)
Warga menutup akses masuk kompleks Taman Wisata Iman (TWI) Kabupaten Dairi, Kecamatan Sitinjo, Sabtu (4/4/2020). 

Bupati Dairi, Eddy Berutu mengatakan, rumah singgah ini diperuntukkan bagi orang-orang di Dairi yang memiliki riwayat perjalanan dari daerah zona merah Covid-19, sehingga ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan harus diisolasi selama 14 hari.

"Ada 33 kamar, kapasitasnya 51 orang. Namun, bila sangat diperlukan, kita masih ada hall yang bisa dipakai," kata Eddy kepada Tribun Medan saat meninjau kesiapan rumah singgah tersebut, Jumat (3/4/2020).

Eddy mengatakan, rumah singgah ini tidak diperuntukkan bagi ODP yang sudah mengalami gejala klinis.

"Di sini adalah tempat bagi mereka yang belum membutuhkan perawatan medis. Untuk yang sakit, ditaruh di ruang isolasi RSUD Sidikalang," ujar Eddy.

4 Jaksa Tersingkir, 3 Jenderal Polisi Incar Jabatan Deputi Penindakan KPK, Berikut Daftar Namanya

BERLAKU MULAI 2 April, PT KAI Sumut Batasi 50 Persen Kapasitas Penumpang Kereta Api

Gubernur Edy Rahmayadi Imbau Warga Gak Usah Mudik

Gubernur Sumatra Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengimbau kepada seluruh warga Sumut yang saat ini merantau di berbagai daerah di Indonesia agar tidak mudik untuk sementara waktu ke kampung halaman di tengah maraknya wabah covid-19.    

Selain itu mantan Pangkostrad ini juga mengimbau agar warga Sumut juga tidak melakukan perjalanan mudik keluar dari wilayah Sumatra Utara untuk sementara waktu.

Imbauan tersebut dikatakan Edy untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (covid-19) yang tengah mewabah saat ini di sejumlah wilayah di Indonesia.

Dengan demikian covid-19 akan bisa dicegah menular kepada lebih banyak orang.

"Saya Edy Rahmayadi mengimbau kepada seluruh saudara-saudaraku, masyarakat Sumut yang saya cintai agar tidak mudik baik keluar dari Sumatra Utara maupun masuk ke Sumut. Ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19," ujarnya, Sabtu (4/4/2020).

Edy menjelaskan , saat ini Provinsi Sumatra Utara sudah meningkatkan status akibat wabah covid-19 yang semula dari siaga darurat bencana non-alam menjadi status tanggap darurat saat ini.

 BERLAKU MULAI 2 April, PT KAI Sumut Batasi 50 Persen Kapasitas Penumpang Kereta Api

Status ini kata Edy akan tetap diterapkan hingga tanggal 29 Mei 2020 mendatang.

Karena itu dia menyarankan bagi para warga Sumut yang ingin melepas rindu dengan keluarganya masing-masing untuk sementara waktu bisa mengunakan fasilitas video call maupun teknologi lainnya.

"Saya mohon kepada saudara-saudaraku. Ini untuk kebaikan kita bersama. Di situasi seperti ini kita bisa bersilaturahmi dengan keluarga menggunakan video call, sosial media atau teknologi lainnya, jadi tidak harus berkunjung ke rumah keluarga. Jadilah pahlawan untuk melindungi diri , keluarga , juga Sumatra Utara yang kita cintai ini," tegasnya.

 BERITA DUKA HARI INI: 2 Dokter Meninggal, IDI Berduka Berpulangnya dr Bernadette dan dr Ketty

 WHATSAPP HARI INI: PLN, Cara Mendapat Listrik Gratis atau Diskon 50 % Chat WhatsApp ke 08122-123-123

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved