Potong 50 Persen Uang Sekolah, Pengamat Pendidikan Tanggapi Usul Anggota DPRD Medan

Bisa saja dilakukan namun harus melihat dari akreditasi dan kesanggupan masing-masing sekolah.

TRI BUN MEDAN/Gita T
Anak sekolah dasar (SD) di Sumut sebelum munculnya virus corona 

TRI BUN-MEDAN.com - Pengamat Pendidikan, Rizal Hasibuan menanggapi usulan pemotongan uang sekolah  swasta akibat dampak Virus Corona (Covid-19).

RIzal mengatakan, usulan ini harus dibarengi dengan alasan yang rasional.

Apalagi katanya 50 persen bukanlah angka yang sedikit.

"Harus ada rasionalnya kenapa harus 50% potongan uang sekolahnya. Karena biaya operasional sekolah kan ada dan itu tetap berjalan, misalnya walaupun muridnya sedikit tetapi, soal air, kebersihan kan mereka punya biaya tetap. Jadi harus ada pertimbangan yang jelas kenapa 50%," katanya.

WHATSAPP HARI INI: PLN, Cara Mendapat Listrik Gratis atau Diskon 50 % Chat WhatsApp ke 08122-123-123

Ia mengatakan hal tersebut bisa saja dilakukan namun harus melihat dari akreditasi dan kesanggupan masing-masing sekolah.

"Untuk sekolah yang mungkin punya akreditasi penilaian yang sudah layak, artinya punya nilai A berartikan sarana prasarana mereka kan sudah baik, jumlah siswanya kan juga pasti banyak, mungkin bisa diterapkan itu. Tapi buat mereka yang akredutasi sekolahnya pas-pasan, misalnya nilai C kalau dipotong 50% pasti yang sangat repot mereka. Itu harusnya Dinas Pendidikan Kota Medan yang punya otoritas untuk SD dan SMP serta SMA SMK untuk provinsi mengkaji dengan serius terdampaknya itu sampai sejauh mana," katanya.

Ia menjelaskan jika hal tersebut dibelakang banyak kajian dan pertimbangan yang harus dilakukan, apalagi katanya dampak Covid 19 dirasakan oleh semua kalangan baik itu atas, menengah, hingga bawah.

PERUBAHAN Buka-tutup 12 Jalan di Kota Medan, Kasatlantas Polrestabes Bicara Pergeseran Lokasi

"Tapi kalau sekedar himbauan saya rasa okelah, tapi kalau penerapan saya rasa masih jauh. Bisa dibilang ini termasuk sulit untuk dilakukan apalagi kondisinya saat ini kita menghadapi kondisi yang luar biasa, dalam sejarah kehidupan saya yang 43 tahun ini kita nggak pernah mengalami hal seperti ini. Karena ini terdampak nya kan secara internasional. Jadi memang harus kalau memang itu harus dilaksanakan itu harus ada payung hukumnya yang menetapkan itu tentu berdasarkan pertimbangan yang rasional pula," katanya.

Daripada memotong uang sekolah sebesar 50 %, Rizal lebih sepakat apabila dana BOS yang dikucurkan pemerintah ke setiap sekolah dialokasikan kepada orangtua murid yang membutuhkan.

Apalagi katanya belakang ini banyak pelajar yang mengeluh harus membeli kuota dalam jumlah besar sebagai efek dari belajar online, dikatakannya hal tersebut juga dapat membantu meminimalisir uang keluar orangtua murid.

Halaman
12
Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved