Breaking News:

Update Wabah Corona di Sumut

Gugus Tugas Sumut Minta Masyarakat Tidak Menolak Penguburan Jenazah Positif Covid-19

Pemerintah telah memiliki protap untuk menguburkan dan mengembalikan jenazah dari korban yang terpapar virus Corona.

Penulis: Satia | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Tribun-Medan.com/Victory Hutauruk
JURU Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Sumut, Aris Yudhariansyah. 

TRI BUN MEDAN.COM, MEDAN - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Provinsi Sumatera Utara, Aris Yudhariansyah meminta kepada masyarakat agar tidak melakukan penolakan terhadap pemulangan atau penguburan jenazah yang terkonfirmasi positif Corona.

Dikatakan Aris, pemerintah telah memiliki protap untuk menguburkan dan mengembalikan jenazah dari korban yang terpapar virus Corona ini.

Aturan pemulangan jenazah ini juga kata dia, sudah diatur dalam aturan yang telah disampaikan oleh Kementerian Kesehatan.

Untuk itu, pemerintah mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak menimbulkan keresahan dengan melakukan penolakan terhadap pemulangan jenazah ini.

"Mengimbau kepada masyarakat tidak terulang. Pemerintah telah memiliki protokol penangan sesuai dengan Kementerian kesehatan," Kata Aris melalui siaran langsung Akun YouTube Humas Pemprov Sumut, di Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Senin (6/4/2020).

Melalui aturan yang telah diberlakukan ini, kata dia setelah jenazah dikebumikan pastinya tidak akan menularkan virus kepada masyarakat.

Untuk itu, ia meminta kepada masyarakat tidak perlu khawatir yang berlebihan.

"Tidak ada lagi efek yang menimbulkan kesehatan, kami berharap ini tidak terjadi di Sumatera Utara," ucapnya.

Setelah itu, Aris mengatakan, penolakan pemulangan jenazah ini dapat menimbulkan efek tidak baik kepada keluarganya.

Karena, keluarga tersebut merasa dikucilkan.

"Penolakan ini pastinya akan sakit bagi keluarga korban," ujarnya.

Selain itu, ia meminta kepada masyarakat agar dapat menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya.

Selain virus Corona, gejala demam berdarah (DBD) juga tengah marak terjadi di Sumatera Utara.

Pastinya, jika masyarakat terserang DBD di tengah wabah pandemi ini akan berdampak buruk bagi kesehatan.

"Menjaga lingkungan, agar lingkungan tidak tertular DBD, karena bisa menyebabkan virus Corona akan semakin parah," kata dia.
(wen/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved