Breaking News:

Dampak Corona, Penjualan Rumah di Sumut Anjlok hingga 90 Persen

Minat masyarakat dalam membeli rumah ikut tertahan karena adanya pandemi Covid-19. Hal ini menyebabkan penjualan rumah turut mengalami penurunan.

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Pengunjung melihat maket perumahan yang dipajang di sebuah gerai dalam pameran properti, di Sun Plaza, Medan, Jumat (6/3/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Minat masyarakat dalam membeli rumah ikut tertahan karena adanya pandemi Covid-19. Hal ini menyebabkan penjualan rumah turut mengalami penurunan.

Ketua Asosiasi Pengembang dan Pemukiman Perumahan Rakyat Seluruh Indonesia (Apersi) DPD Sumut Irwan Ray mengatakan saat ini penjualan rumah khususnya rumah subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) menurun hingga 90 persen.

"Penjualan rumah pasti menurun. Bahkan kita sampai turun 90 persen. Selain ada masyarakat yang memang menahan minat membeli rumah, saat ini banyak juga para pekerja yang dirumahkan," katanya, Selasa (7/4/2020).

Ia mengatakan banyaknya pekerja yang dirumahkan membuat minat untuk membeli rumah tertahan. Jika sebelumnya masyarakat punya tabungan, saat ini kebanyakan memilih untuk wait and see.

"Banyak yang memilih jika ada uang untuk makan dulu yang utama. Sementara dari sektor informal juga tidak diakomodir dengan bank untuk kreditnya karena adanya pengumuman restrukturisasi kredit," katanya.

Hal ini, kata Irwan, membuat bank lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit karena ada resiko bagi perbankan. MBR yang di sektor informal juga jadi tidak terakomodir.

"Kita dukung program pemerintah hanya saja seharusnya dibuat batasan aturan yang jelas dulu baru diumumkan. Saat ini bank juga tingkat kehati-hatiannya tinggi saat akan menyalurkan kredit. Ada resiko, takut nanti jika dicairkan kreditnya, besok malah minta restrukturisasi," ungkapnya.

Ia mengatakan meski penjualan rumah turun hingga 90 persen hingga saat ini pembangunan rumah bagi MBR masih terus dilakukan. Hal ini karena sudah ada kontrak. Selain itu unit-unit yang sudah terjual juga harus terus dibangun.

"Kita juga memberi apresiasi kepada pemerintah bahwa saat ini batasan minimal penghasilan untuk mendapatkan rumah subsidi sudah Rp 8 juta. Kalau kemarin kan penghasilan Rp 4 juta. Dengan peraturan yang baru ini, jadi pasarnya semakin lebar karena orang yang punya penghasilan Rp 8 juta juga bisa beli rumah subsidi," ujarnya.

Dikatakannya, dalam pembangunan rumah, tidak ada kendala pada distribusi bahan-bahan. Hanya saja suplai bahan bangunan saat ini tidak lagi dilakukan sekaligus.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved