Breaking News:

Taput Pangkas Anggaran Hadapi Corona, Pegawai dan Honorer Kejari Samosir Mendadak Isolasi Mandiri

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) memangkas anggaran yang kegiatannya dianggap tidak mendesak.

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Juang Naibaho
(Kemenkes)
Ilustrasi virus corona (COVID-19). 

TRI BUN-MEDAN.COM, TARUTUNG - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) memangkas anggaran yang kegiatannya dianggap tidak mendesak. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Taput Indra Simaremare menyampaikan, anggaran dari kegiatan yang tidak penting akan dialokasikan untuk penanganan Covid-19.

"Seluruh kegiatan fisik yang mengarah kepada perilaku hidup sehat dan bersih seperti pengadaan air bersih desa, MCK sekolah dan sejenisnya menjadi prioritas," kata Indra di Tarutung, Selasa (7/4/2020).

Indra menambahkan, memang BPBD sudah menyediakan biaya bencana alam sebesar Rp 1,3 miliar. Dan, biaya penanganan Covid-19 yang digunakan selama ini diambil dari biaya tak terduga BPBD.

Sedangkan untuk biaya kebutuhan dasar masyarakat, kata Indra, mencapai Rp 20 miliar per bulan.

Di Tengah Pandemi Corona, Pimpinan DPRD Dairi Dapat Pajero Sport Baru, Hampir Rp 2 Miliar

Sementara itu, pasca-meninggalnya pegawai BPN Dairi berinisial SAT, seluruh pegawai yang bertugas di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Samosir diperiksa kesehatannya di RSUD dr Hadrianus Sinaga.

Para petugas juga melakukan isolasi mandiri.

SAT meninggal pada Sabtu (4/4/2020) lalu, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang.

Kajari Samosir, Budi Herman menyampaikan SAT (47) pernah diundang Kajari Samosir, Budi Herman.

"Pegawai tersebut pernah diundang ke Kantor Kejari Samosir untuk dimintai keterangan," kata Budi Herman.

SAT merupakan warga Kelurahan Batang Beruh. Diketahui SAT sebelumnya sempat mengeluhkan sakit demam dan diare. Namun, ia kemudian menjalani pemeriksaan melalui rapid test, dan dinyatakan positif Covid-19.

Sebagai antisipasi, Budi Herman memerintahkan pegawainya untuk isolasi mandiri.

Para pegawai dan honorer Kejari Samosir sudah memeriksakan diri pada Senin (6/4/2020) di RSUD dr Hadrianus Sinaga oleh dokter spesialis paru.

"Alhamdulillah hasilnya semuanya dalam batas normal, artinya tidak ditemukan adanya gejala-gejala. Namun, saya ambil langkah untuk tetap isolasi mandiri 14 hari ke depan dan sudah dilaksanakan, terutama jaksa yang melakukan pemeriksaan untuk menghindari pemberitaan yang keliru. Kita jaga Samosir kita tetap sehat dan aman," kata Budi.

(Jun-tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved