PSMS Medan

Kasus Suporter PSMS Medan Nyalakan Flare Berlanjut, Manajemen PSMS Tak Cabut Laporan

Kasus suporter tersebut saat ini proses masih dalam penyelidikan. Tak ada pencabutan laporan dari Manajemen.

TRI BUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Suporter PSMS Medan melempar flare ke dalam lapangan saat pertandingan Liga 2 2020 usai, di Stadion Teladan, Medan, Sumatera Utara, Minggu (15/3/2020). PSMS Medan berhasil mengalahkan AS Abadi Tiga Naga dengan skor 2-1.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus suporter PSMS Medan yang menyalakan flare di Stadion Teladan saat laga PSMS kontra AA Tiga Naga beberapa waktu lalu masih terus berlanjut di ranah hukum.

Walaupun Manajemen PSMS sudah bertemu dengan kelompok La Curva 1950, mereka tetap melanjutkan masalah tersebut ke pihak berwajib.

Tujuannya, agar memberi efek jera kepada suporter yang masih nekat melakukan aksi nyalakan flare saat pertandingan.

Kuasa Hukum PSMS, Bambang mengatakan kasus suporter tersebut saat ini proses masih dalam penyelidikan.

Tak ada pencabutan laporan dari Manajemen.

"Sampai saat ini Manajemen belum ada mencabut laporannya ke kita. Dan sekarang masih dalam proses lidik," ujar Bambang saat dihubungi, Rabu (8/4/2020).

Terkait hal ini, Bambang mengatakan akan terus mengawal proses hukumnya.

Soal ancaman pidana berapa tahun ia menyerahkan kepada pihak kepolisian.

Pasalnya, pihak kepolisian yang menentukan hukumannya.

"Kalau soal ancaman pidananya, polisi yang menentukan pidananya. Berapa tahun pidananya dan bagaimananya ini bergantung kepada pihak kepolisian," tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Panpel PSMS, Julius Raja mengaku sangat menyesal atas terjadi kericuhan tersebut. Pihak Panpel, tetap membawa ke ranah hukum meski sudah melakukan permintaan maaf.

"Kemarin mereka sudah datang ke sini dan meminta maaf. Tapi ya tetap berjalan proses hukum. Karena ini sebagai efek jera, apalagi kita mau jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 nanti," ucapnya.

Namun dalam hal ini, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI belum melakukan sidang terkait beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh klub-klub Liga 1 maupun Liga 2. Seberapa besar denda atau tidaknya yang bakal didapat PSMS, menunggu keputusan dari PSSI.

"Kalau prediksi kita ini bisa sampai ratusan juta dendanya. Karena pertandingan sempat terhenti juga itu beberapa menit. Kalau tadi hanya nyalakan flare saja mungkin Rp 50 juta," tambah King.

(lam/tri bun-medan.com)

Penulis: Ilham Fazrir Harahap
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved