725 Warga Terpaksa Dikarantina di Gedung SD Karena Nekat Mudik Saat Corona

"Saat ditemukan ada yang mengalami gejala, akan diantarkan ke pusat pelayanan kesehatan terdekat," kata Budi.

twitter
Pemudik di Jalan Dikumpulkan Disemprot Disinfektan, WHO: Disinfektan Disemprotkan ke Benda Mati 

725 Warga Terpaksa Dikarantina di Gedung SD Karena Nekat Mudik Saat Corona

TRIBUN-MEDAN.com - Pemeritah Kabupaten Jombang tak melarang warganya yang merantau pulang ke desa masing-masing saat pandemi virus corona baru atau Covid-19.

Tapi, para pemudik itu harus mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan Pemkab Jombang.

Para pemudik harus dikarantina selama 14 hari di gedung sekolah dasar (SD) yang ada di desa masing-masing.

Humas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang, Budi Winarno mengatakan, sebanyak 306 desa dan kelurahan di Kabupaten Jombang telah menyiapkan gedung SD sebagai tempat karantina.

Budi mengatakan, langkah itu diterapkan untuk mencegah penyebaran virus corona baru atau Covid-19.

"Kami mengharapkan kepada pemudik, ikuti kaidah atau protokol yang sudah ditetapkan, yakni jangan pulang dulu ke rumah sebelum 14 hari. Tinggal sementara di tempat karantina yang sudah disiapkan," kata Budi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (9/4/2020).

Sejak pekan lalu, kata Budi, sebanyak 725 warga Jombang yang datang dari luar kota telah menjalani karantina di sejumlah SD yang tersebar di 21 kecamatan.

Sebagian besar pemudik berasal dari Jakarta.

"Saat ini warga yang menjalani isolasi, paling banyak ada di wilayah Kecamatan Kabuh dan untuk saat ini yang menjalani isolasi, rata-rata datang dari Jakarta," ujar Budi.

Halaman
12
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved