Breaking News:

Hadapi Covid-19, MUI Medan Keluarkan Tuntunan Ibadah di Situasi Wabah

Menghadapi situasi Covid-19, Ketua MUI Medan M. Hatta keluarkan tuntunan beribadah di saat wabah ke untuk masyarakat Muslim pada Kamis (9/4/2020)

Dok. Humas Pemerintah Kota Medan
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan merilis tuntunan ibadah saat wabah Covid-19 melanda untuk masyarakat Muslim, Kamis (9/4/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com - Menyikapi pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan memberikan sejumlah tuntunan kepada umat Muslim di ibukota Provinsi Sumatera Utara. 

Adapun tuntunan tersebut terkait dengan penyelenggaraan ibadah dalam situasi wabah corona yang saat ini tengah menerpa. 

Jika dalam kondisi potensi penularan Covid-19 berada pada zona merah berdasarkan keputusan Pemko Medan, maka MUI Kota Medan akan mengacu dengan fatwa MUI Pusat No. 14/2020 poin 3 huruf a.

Ketua MUI Kota Medan M. Hatta menyampaikan, jika berada di situasi kawasan yang potensi penularannya tinggi dan sangat tinggi, berdasarkan pihak yang berwenang, maka dibolehkan meninggalkan Sholat Jumat dan menggantikannya dengan Shalat Dzuhur di tempat kediaman.

MUI Medan Keluarkan Tuntunan Penyelenggaraan Ibadah di Masa Pandemi Covid-19

“Serta meninggalkan jamaah shalat lima waktu (rawatib), tarawih dan ied di masjid atau di tempat umum lainnya,” ungkapnya berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Tribun-Medan.com, Sabtu (11/4/2020).

Meski demikian lanjut Hatta, adzan tetap dikumandangkan setiap waktu shalat lima waktu tiba. 

Selain itu terang Hatta, kegiatan Halal Bihalal yang mengumpulkan orang banyak, agar ditiadakan. 

Kemudian, Hatta pun berharap agar seluruh umat Muslim di Kota Medan untuk membaca Qunut Nazilah pada setiap Shalat Fardu, Shalat Jumat dan Shalat Witir dilaksanakan. 

Bunyi Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020: Shalat Idul Fitri Akan Ditiadakan Jika Corona Belum Terkendali

“Kita pun berharap kepada seluruh umat Muslim Kota Medan agar senantiasa memperbanyak infak dan sedekah,” pungkas Hatta.

Selanjutnya, jika kondisi potensi penularan Covid-19 berdasarkan keputusan Pemko Medan, jelas Hatta, maka penyelenggaraan ibadah secara jamaah di masjid seperti shalat jamaah lima waktu (rawatib), Shalat Jumat, Shalat Tarawih dan Shalat Ied tetap dilaksanakan. 

Hanya saja, tegas Hatta, ada sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi sehingga seluruh jamaah merasa tenang dan khusyuk menjalankannya.

Adapun ketentuan itu kata Hatta, pengurus Badan Kenaziran Masjid (BKM) secara rutin melakukan penyemprotan cairan disinfektan, terutama pada bagian ruangan shalat dan pintu masuk masjid. 

Hatta meminta setiap jamaah menggunakan masker dan membawa sajadah sendiri dan mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah pelaksanaan ibadah
Hatta meminta setiap jamaah menggunakan masker dan membawa sajadah sendiri dan mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah pelaksanaan ibadah (Dok. Humas Pemerintah Kota Medan)

Kemudian, setiap jamaah memastikan dirinya bukan orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP), maupun tanda atau gejala yang mencurigakan terkait Covid-19.

Selain itu, ungkap Hatta, MUI meminta setiap jamaah menggunakan masker dan membawa sajadah sendiri dan mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah pelaksanaan ibadah.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved