Rilis Single Pejalan Abadi, Band Ampas Kopi Kenang Tragedi Kapal Sinar Bangun

Single ini nantinya akan masuk ke dalam mini album bersama 5 single lainnya.

Editor: Juang Naibaho
HO
Band lokal Ampas Kopi akan segera merilis album bertajuk Pejalan Abadi yang mengisahkan perjalanan tujuh sahabat yang telah tiada dalam kecelakaan Kapal Sinar Bangun beberapa waktu lalu. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Kehilangan orang terdekat baik orang tua, pasangan, ataupun teman pasti memiliki kenangan saat bersama, entah itu kenangan buruk ataupun kenangan indah.

Dalam mengenang kepergian tujuh sahabat yang telah pergi akibat peristiwa tenggelamnya kapal Sinar Bangun di Danau Toba beberapa tahun lalu, band lokal Ampas Kopi akan segera merilis sebuah lagu bertajuk Pejalan Abadi. Single ini nantinya akan masuk ke dalam mini album bersama 5 single lainnya.

Penulis lagu Pejalan Abadi, Ibenk mengungkapkan bahwa lagu Pejalan Abadi yang dirilis nanti akan menjadi lagu kenangan untuk para sahabat sekaligus pendukung setia dari Band Ampas Kopi dari awal merintis dari awal.

"Kalau aku buat lagu yang aku rasakan. Apa yang aku lihat aku coba tuangkan. Dari kehidupan yang pernah aku alami, contohnya seperti persahabatan dan alam. Kita ciptakan lagu Pejalan Abadi untuk mengenang teman kita yang telah tiada dalam kecelakaan kapal Sinar Bangun semalam," ungkap Ibenk, Jumat (10/4/2020).

Selain lagu Pejalan Abadi, Band Ampas Kopi juga memiliki lagu kenangan untuk tujuh pendukungnya yaitu Danau Toba pada tahun 2017.

Turut menciptakan lagu tersebut, Ibenk menuturkan bahwa lagu Danau Toba ini diciptakan bersama tujuh teman yang telah tiada.

"Danau Toba ini lagu yang paling berkesan. Lagu ini sebenarnya untuk menunjukkan kekaguman dengan danau toba. Awalnya lagu diciptakan barengan bersama tujuh sahabat dan pendukung setia kita. Sedihnya kawan masih ada dan lagunya juga udah ada. Secara tidak langsung lagu itu diciptakan untuk mereka," jelasnya.

Senada dengan Ibenk, Drummer Ampas Kopi Irfan mengungkapkan bahwa banyak momen yang terkenang saat awal merintis bersama tujuh orang yang telah tiada ini.

"Momen paling tidak terlupakan saat tujuh orang teman kami masih support. Itu kemana kami main pasti ada dari awal merintis sampai saat ini. Jadi kadang pas main masih ada rasa yang kurang, bukan mereka tapi orang baru," kata Irfan.

Irfan menegaskan dalam menggarap mini album ini ia dan teman-teman harus tetap fokus, peninggalan album itu harus ada. Ia juga berharap dalam untuk bangkit kembali, para personil Ampas Kopi haruslah memiliki percaya diri dan semangat yang tinggi.

(cr13/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved