Diduga Bunuh Diri, Hertina Sinaga Terjun dari Jembatan Sungai Aek Rahu Parlilitan

Seorang wanita bernama Hertina Sinaga, warga Desa Sion Timur, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbahas, ditemukan tewas di Sungai Aek Rahu.

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/IST
Lokasi tempat meninggalnya Hertina Sinaga, warga Desa Sion Timur, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) di Sungai Aek Rahu. 

Laporan Wartawan Tri bun-Medan, Arjuna Bakkara

TRI BUN-MEDAN.com, HUMBAHAS - Seorang wanita bernama Hertina Sinaga, warga Desa Sion Timur, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), ditemukan tewas di Sungai Aek Rahu.

Paur Kasubbag Humas Polres Humbahas, Bripka Syawal Lolobako mengatakan, kematian korban pertama kali diketahui Binsar Tamba yang merupakan suami sendiri.

"Korban pertama sekali ditemukan suaminya," kata Bripka Syawal Lolobako di Humbahas, Minggu (12/10/2020).

Bangun tidur, Binsar Tamba tidak melihat istrinya di kamar tidur.

Awalnya Binsar mengira Hertina memasak di dapur sebagaimana sudah menjadi rutinitasnya setiap pagi hari.

Ternyata sang istri tidak ada di dapur. Binsar pun mengaku mulai panik.

Masih pagi, sekitar pukul 05.30 WIB pada Sabtu (11/4/2020), Binsar bergegas mencari keberadaan istrinya.

Binsar Tamba juga memberitahu kepada para tetangga di Desa Sion Utara, sehingga pencarian bersama dilakukan.

Sejak pagi hingga menjelang tengah hari dilakukan pencarian, akhirnya pada pukul 11.00 WIB warga menemukan Hertina di Sungai Aek Rahu dalam kondisi meninggal dunia.

Batok kepala korban pecah, bibir dalam keadaan pecah, sedangkan kedua mata membiru.

Selanjutnya jenazah koban dievakuasi warga ke rumahnya kurang lebih 1 km dari lokasi penemuan mayat Hertina.

"Penemuan sosok mayat wanita di sungai dengan kondisi korban dan ditemukan di batok kepala pecah, kedua mata membiru, bibir pecah," timpal Bripka Syawal Lolobako.

Visum luar pun dilakukan di Puskesmas Hutagalung, Kecamatan Parlilita. Dari hasil visum luar, disimpulkan sementara Hertina dinyatakan bunuh diri.

Hertina diduga melompat dari atas jembatan ke Sungai Aek Rahu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Raja Jonri Tinambunan, Kepala Desa setempat, keluarga korban mengalami himpitan ekonomi. Sehingga, kuat dugaan korban bunuh diri dengan cara melompat dari jembatan ke Sungai Aek Rahu.

"Korban mungkin mengalami permasalahan ekonomi sehingga nekat bunuh diri," ujar Raja Jonri Tinambunan.

Atas kematian korban, keluarga korban sepakat kasus tersebut sampai di sini saja. Keluarga korban pun menandatangani surat pernyataan bahwa tidak akan melakukan tuntutan secara hukum atas meninggalnya korban.

(Jun-tri bun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved